Mereka-reka Kudeta Cinta Ala AHY

AHY mengungkapkan adanya upaya kudeta yang tengah dihadapi Partai Demokrat

Galih Priatmojo
Minggu, 14 Februari 2021 | 14:35 WIB
Mereka-reka Kudeta Cinta Ala AHY
Ilustrasi Agus Harimurti Yudhoyono dan Partai Demokrat. [Ema Rohimah / grafis]

Partai Demokrat paling seksi

Ahli hukum Tata Negara dan pengamat politik, Refly Harun sepakat bahwa hembusan AHY soal kudeta itu merupakan skenario untuk menghadapi Pemilu 2024. 

Tetapi, ini bukan saja sarat kepentingan untuk Partai Demokrat, melainkan juga pihak-pihak lain yang punya target di pemilu 2024 mendatang.

Menurut analisis Refly, mengapa Partai Demokrat jadi sasaran kudeta, tak lain lantaran mereka saat ini merupakan Partai di luar pemerintahan bersama PKS dan juga PAN. Tetapi, dari ketiganya yang masuk spektrum kiri hanya Partai Demokrat.

"Sederhananya begini, kita tahu bahwa partai yang ada saat ini cuma tiga yang berada di luar istana, dari partai yang tiga ini yang dalam spektrum kiri itu hanya Demokrat. Maka sebenarnya jauh lebih mudah mengambil Demokrat dari pada PKS, karena PKS partai yang ideologis, sehingga mengambil PKS jauh lebih berat, karena PKS pasti mensyaratkan ideologi kanannya," kata Refly di channel YouTubenya, Selasa (2/2/2021).

Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Rabu (22/5/2019). (Suara.com/Ummy Saleh)
Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Rabu (22/5/2019). (Suara.com/Ummy Saleh)

Sedangkan PAN, bisa dibilang merupakan partai kanan tetapi cenderung lebih moderat. Apalagi PAN selama ini juga sudah dianggap punya hubungan nan harmonis dengan Istana.

"Kita tahu PAN sudah sangat bersahabat dalam tanda kutip dengan pemerintahan Jokowi ini. kita tahu Zulhas telah katakan tidak mendukung pembahasan RUU pemilu yang tentu ini merupakan sikap presiden Jokowi," terangnya.

Menurutnya, dengan mengambil Demokrat, tentu dianggap strategis untuk hegemoni penguasaan partai politik untuk menentukan arah perpolitikan kedepan. 

"Karena kalau misalnya Demokrat bisa dilumpuhkan di wing oposisi tinggal PKS aja sendirian, maka itu akan jauh lebih mudah apalagi Presidential Threshold dipertahankan maka hegemoni politik kiri itu akan semakin kuat," tukasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak