alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pempek untuk Nakes, Cara Pasturi di Sleman Apresiasi Nakes di Masa Pandemi

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 22 Februari 2021 | 15:51 WIB

Pempek untuk Nakes, Cara Pasturi di Sleman Apresiasi Nakes di Masa Pandemi
Pasangan suami istri, Yuda Asta Birawa (kiri) dan Budi Prihatini (kanan), sedang menyiapkan pempek untuk para nakes di rumahnya, yang berada di Jalan Kadirejo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (22/2/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurut Yuda, memang sudah sepantasnya para nakes yang telah berjuang tenaga dan pikiran menangani pasien Covid-19 diberikan sebuah penghargaan atau paling tidak apresiasi.

SuaraJogja.id - Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat untuk menebar kebaikan di masa-masa sulit pandemi Covid-19. Tenaga kesehatan, sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, tidak jarang mendapatkan apresiasi lebih untuk lebih menambah semangat dalam melaksanakan tugasnya.

Itu yang dilakukan oleh pasangan suami istri, Budi Prihatini (56) dan Yuda Asta Birawa (57) yang berada di Jalan Kadirejo, Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Bukan dengan uang atau karangan bunga besar yang menghiasi pelataran rumah sakit mereka memberikan apresiasi kepada nakes, mereka mengapresiasi nakes dengan makanan khas Palembang, yakni pempek.

Makanan yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan dicampur tepung kanji atau tepung sagu serta bahan lain itu menjadi cara pasutri tersebut menunjukkan apresiasi lebih kepada kinerja para nakes.

"Jujur awalnya, justru ide ini dari seorang ibu-ibu yang baik saat pesen pempek ke kami. Saat sudah waktunya untuk diambil tapi malah minta untuk dikirimkan saja ke salah satu rumah sakit yang ada di Jogja san minta tolong untuk diberi tulisan yang intinya untuk nakes," kata Prihatini saat ditemui di rumahnya, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Berikut Tautan Daftar Vaksin Covid-19 bagi Petugas Layanan Publik di Sleman

Setelah itu, Prihatini dibantu dengan anaknya mengunggah hubungan foto penerimaan pempek kiriman dari sang ibu tadi kepada nakes. Postingan atau unggahan foto itu seolah merupakan pertanggungjawaban pihaknya ke dermawan yang sudah berinisiatif memberikan pempek tadi.

Berawal dari postingan itu ternyata dilihat oleh beberapa orang dan direspons positif. Artinya mulai banyak orang yang justru melakukan hal serupa sebagai bentuk apresiasi kepada nakes.

"Namun di sisi lain pun, kami merasa bahwa mengirim makanan ke rumah sakit itu adalah ide yang bagus. Jadi kami pun juga teruskan," ucapnya.

Pasangan suami istri, Budi Prihatini dan Yuda Asta Birawa, sedang menyiapkan pempek untuk para nakes di rumahnya, yang berada di Jalan Kadirejo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (22/2/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Pasangan suami istri, Budi Prihatini dan Yuda Asta Birawa, sedang menyiapkan pempek untuk para nakes di rumahnya, yang berada di Jalan Kadirejo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (22/2/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Prihatini menjelaskan bahwa langkah baik itu diteruskan dengan menambah jumlah pempek yang dipesan atau yang ditujukan kepada nakes. Semisal ada dermawan yang ingin memberikan pempek ke nakes tapi dirasa jumlah yang diberikan masih terlalu kecil maka pihaknya akan menambah jumlahnya.

Jika dulu diawali dengan pesanan dari pembeli yang berbaik hati, kini Prihatini dan sang suami mulai melakukan itu dengan kesadaran dan keinginan diri sendiri. Meskipun hingga kini pemesanan itu tetap berasal dari masyarakat yang memang sengaja ingin berbagi dengan sesama.

Baca Juga: PPKM Masih Dilanggar, Satgas Covid-19 Sleman Tegur Kafe hingga Warmindo

"Waktu kita ngasih pun juga tidak kita bilang ini dari pempek samsar, tapi ditulisi dari orang baik. Tidak pernah sebut siapa yang mengirimkan. Itu berkelanjutan sampai sekarang, justru semakin banyak. Sampai hari ini pun masih ada daftar tunggu rumah sakit yang kami akan kirim pempek," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait