Masyarakat Takut Diberi Vaksin Covid-19, Sosiolog UGM: Tindak Tegas Hoaks

Soeprapto meyakini bahwa pemerintah tidak akan mengambil risiko untuk rakyat jika memang benar vaksin Covid-19 itu berbahaya.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 25 Februari 2021 | 10:53 WIB
Masyarakat Takut Diberi Vaksin Covid-19, Sosiolog UGM: Tindak Tegas Hoaks
[ilustrasi] Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 untuk disuntikkan kepada tenaga kependidikan di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu (24/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJogja.id - Program vaksinasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mulai memasuki tahap kedua. Setelah nakes, sasaran vaksin pun diperluas ke pelayan publik, mulai dari pelayan publik di instansi pemerintah, wartawan, petugas pariwisata, termasuk para pedagang pasar.

Namun nyatanya, tidak sedikit dari sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini, khususnya pedagang, masih enggan untuk diberi vaksin dengan alasan takut.

Menanggapi hal ini, Sosiolog Kriminalitas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Soeprapto mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang membuat masyarakat ketakutan untuk menerima vaksinasi Covid-19, termasuk yang paling penting tentang sebaran informasi di media sosial.

Pasalnya, sejauh ini masih saja ditemukan informasi yang bertentangan terkait dengan vaksinasi Covid-19. Informasi yang simpang siur ini menjadi pemicu ketakutan masyarakat untuk divaksin Covid-19 itu muncul.

Baca Juga:Tinjau Vaksinasi untuk Wartawan, Jokowi Harap Bisa Lindungi Awak Media

"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat sepenuhnya karena di media sosial pun masih banyak informasi yang bertentangan apa yang menjadi imbauan maupun peraturan pemerintah. Masih banyak pihak yang menyatakan vaksin tidak penting, malah membuat orang sakit hingga meninggal. Padahal dimungkinkan orang yang meninggal setelah divaksin bukan karena vaksinasinya tapi ada riwayat kesehatan tertentu," kata Soeprapto, saat dihubungi awak media, Kamis (25/2/2020).

Isu hoaks, kata Soeprapto juga masih ditemukan di dunia media sosial. Hal itu yang membuat masyarakat lantas berpikiran negatif terhadap penanganan pandemi Covid-19 yang ada di Indonesia.

Soeprapto menyebut terdapat informasi dari berbagai sumber terkait dengan vaksin Covid-19. Bahwa pada dasarnya vaksin memang tidak lantas membuat virus corona tidak masuk sepenuhnya ke dalam tubuh.

Namun sisi lain, disebutkan bahwa vaksin akan membantu memberikan kekebalan terhadap tubuh. Khususnya terhadap gejala berat yang lebih bisa dikurangi apabila terpapar Covid-19. 

"Tiga hal itu yang membuat masyarakat masih bingung. Bahwa  [vaksinasi Covid-19] ini sebetulnya, berbahaya atau tidak," terangnya.

Baca Juga:Anggota DPR RI hingga Staf Ahli Mulai Mendapat Vaksin Covid-19

Ketakutan masyarakat yang masih merasa takut menerima vaksinasi Covid-19 ini perlu disikapi dengan bijak oleh pemerintah. Pasalnya Soeprapto menilai bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia sudah patuh terhadap aturan termasuk peraturan perundang-undangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak