Hujan Angin di Gunungkidul, Kandang Isi 5.200 Puyuh Roboh Rata Dengan Tanah

Sementara itu, di Pedukuhan Peron, Bleberan, sebuah pohon jati roboh menimpa kabel jaringan listrik.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 05 April 2021 | 09:12 WIB
Hujan Angin di Gunungkidul, Kandang Isi 5.200 Puyuh Roboh Rata Dengan Tanah
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Playen, Gunungkidul, Minggu (4/4/2021) sore. - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan, peristiwa pertama sekitar pukul 14.10 WIB. Sebuah kandang gemak milik Joko Utomo (37) warga Gluntung (14/03), Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk roboh akibat tertimpa pohon sengon dengan tinggi 18 meter.

"Kandang itu isinya ada 5.200 ekor gemak (puyuh) yang sudah berusia 25 hari dan siap dipanen dalam dua pekan," ujar Iptu Suryanto, Minggu malam.

Dikatakan Iptu Suryanto, gemak tersebut merupakan usaha Joko bekerjasama dengan sebuah PT di Sleman. Beruntung tak semua gemak mati. Sekitar 3.000 ekor yang berhasil diselamatkan. Warga dibantu aparat lantas melakukan evakuasi terhadap robohnya kandang. Jika ditaksir, kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp. 30juta.

Tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di Tanjakan Slumprit Jalan Yogyakata-Wonosari KM 27 tanah di pinggur jalan longsor sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya timbunan tanah memakan bahu jalan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Baca Juga:Top 5 SuaraJogja: Terduga Teroris Ke-4 di Bantul, Jogja Hujan Angin Kencang

"Tidak ada antrian kendaraan, laporan yang kami terima tidak ada kemacetan bekas longsoran sudah dievakuasi," jelasnya.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak