alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Ponpes di Bantul yang Bersikap Eksklusif, Ini Langkah Kemenag Bantul

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 06 April 2021 | 19:35 WIB

Ada Ponpes di Bantul yang Bersikap Eksklusif, Ini Langkah Kemenag Bantul
Ilustrasi radikalisme. [Shutterstock]

Basori menjelaskan bahwa dengan adanya eksklusifitas sebuah ponpes itu muncul indikasi adanya paham radikalisme yang berkembang.

SuaraJogja.id - Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bantul mengaku kesulitan untuk masuk ke beberapa pondok pesantren (ponpes) yang ada di wilayah Bantul. Hal itu menyusul dengan tertutupnya komunikasi dan kurangnya bersosialisasi civitas pesantren tersebut ke Kemenag Bantul.

"Biasanya ada pondok yang agak eksklusif. Mereka memiliki majelis khusus, tetapi saat kami sowan (berkunjung) masuk mengalami kesulitan," jelas Kassubag Tata Usaha (TU) Kantor Kemenag Bantul, Basori Alwi ditemui wartawan di Makodim 0729/Bantul, Selasa (6/4/2021).

Basori menjelaskan bahwa dengan adanya eksklusifitas sebuah ponpes itu muncul indikasi adanya paham radikalisme yang berkembang.

"Nah disitulah muncul ciri-ciri radikalisme dan dugaan terorisme yang mempelajari agama itu dengan eksklusif. Orang lain tidak boleh masuk, dia ingin memahami sendiri dan disitulah menganggap bahwa orang lain yang beda pemahaman dengan dirinya selalu salah," katanya.

Baca Juga: Segera Habis, Dinkes Bantul Sebut Vaksin Sinovac Tinggal 5.290 Vial

Basori menerangkan bahwa terdapat ratusan ponpes yang berdiri di kabupaten Bantul. Ia menyebut ada dua ponpes yang sulit didatangi oleh pihak kemenag.

"Secara persis di ponpes itu ada 1 sampai 2, yang mungkin bisa dilihat dari segi penampilannya. Cara bergaulnya itu juga tidak terbuka dengan orang lain," ujar dia.

Basori menerangkan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang serta aparat untuk melakukan pemantauan di ponpes terkait.

Kendati begitu, Basori enggan menyebutkan ponpes tersebut terletak di wilayah mana.

Lebih lanjut, ia tak menampik jika ada beberapa yayasan yang ternyata memiliki kedok sedekah untuk membiayai aksi dugaan terorisme di wilayah Bantul.

Baca Juga: 4 Terduga Teroris Diamankan, Kemenag Bantul Dorong Moderasi Beragama

"Tidak menutup kemungkinan di daerah Bantul ada yang seperti itu. Beberapa yayasan yang ada di Bantul terindikasi ke sana (terorisme). Diluar sana yayasan yang juga ada di Sumatera Barat itu membuat kedok sedekah seperti berbagi itu hebat. Tapi ternyata hasil dananya digunakan untuk kegiatan terorisme," keluhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait