Arah pergerakan dan kecepatannya pun bisa dideteksi. Sehingga bisa diperkirakan waktu serta kecepatan siklon tersebut tiba di daratan untuk sistem mitigasi.
"Namun, meski prediksi siklon bisa dilakukan, masih ditemukan kesulitan karena beberapa siklon terkadang berbalik arah. Di samping itu, kesiapan mitigasi sendiri berbeda-beda di setiap daerah," urai dia.
Dengan demikian, dibutuhkan kerja sama yang lebih solid lagi antara BMKG yang punya early warning dan Pemda yang melaksanakan mitigasi di daerah masing-masing.
Dalam laman akun instagram @infobmkg, disebutkan bahwa saat ini siklon tropis Seroja terpantau berada di Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Sumba atau dalam koordinat diketahui berada sekitar 275 km sebelah selatan - barat daya desa Waingapu.
Baca Juga:Wamen LHK: Vegetasi Pohon Bisa Minimalisir Bencana Banjir dan Longsor
Siklon bergerak dengan kecepatan 10km/jam ke arah selatan - barat daya.
Siklon Seroja membawa sejumlah dampak di wilayah Indonesia, antara lain hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang terhadap wilayah DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat. Serta dampak hujan sedang ke wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, dampak siklon berpotensi memunculkan gelombang laut setinggi 2 meter hingga 4 meter di perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan. Berdampak pula ke wilayah perairan selatan pantai Jawa hingga NTB. Termasuk pula di Samudera Hindia selatan P.Jawa hingga Bali, perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rote.
Sedangkan perairan selatan NTB hingga Pulau Sumba, siklon seroja membawa potensi memunculkan gelombang laut setinggi 4 meter sampai 6 meter.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga:Lembata Diterjang Siklon Tropis Akhirnya Diputuskan Tanggap Darurat Bencana