suara mereka

Tradisi Jelang Buka Puasa, Cerita di Balik Bagi Bubur Gratis Masjid Kauman

Masjid Sabillurosyad atau Masjid Kauman Bantul, selalu menyediakan menu berbuka puasa berupa bubur. Makanan ini selalu dibagikan gratis saat berbuka puasa di bulan Ramadan.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 16 April 2021 | 09:20 WIB
Tradisi Jelang Buka Puasa, Cerita di Balik Bagi Bubur Gratis Masjid Kauman
Jemaah menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Sabilurrosyad atau Masjid Kauman Bantul, Pedukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul, Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Umat Muslim akan berbondong-bondong mencari menu makanan saat menjelang berbuka puasa di Bulan Ramadan. Biasanya mereka mencari takjil berbuka yang dijual di pinggir jalan atau mendatangi masjid-masjid yang biasa menyediakan menu berbuka.

Masjid Sabillurosyad, yang dikenal juga dengan Masjid Kauman Bantul, selalu menyediakan menu berbuka puasa berupa bubur. Makanan ini selalu dibagikan gratis saat berbuka puasa di bulan Ramadan.

Ketua Takmir Masjid Sabillurosyad Hariyadi menjelaskan, takjil bubur ini adalah tradisi turun temurun yang selalu dilakukan oleh pendahulunya.

Ketua Takmir Masjid Sabilurrosyad, atau Masjid Kauman Bantul, Hariyadi ditemui wartawan di masjid,  Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Ketua Takmir Masjid Sabilurrosyad, atau Masjid Kauman Bantul, Hariyadi ditemui wartawan di masjid, Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Sudah sejak zaman dahulu pembagian bubur sayur lodeh ini dilakukan. Jadi ada makna sendiri kenapa masjid kami menyediakan bubur kepada para jemaah yang datang," ungkap Hariyadi, ditemui wartawan di masjid setempat, Pedukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga:Belum Terima Vaksin, Pedagang di Bantul Akui Masih Khawatir Berjualan

Bubur sendiri, kata Hariyadi, diambil dalam bahasa Arab, yaitu "bibirin", yang bermakna "kebagusan", sehingga orang atau jemaah yang datang ke masjid akan menerima hal yang baik.

Ia melanjutkan bahwa kata bubur juga dimaknai dengan kata beber, yang berarti setiap Muslim yang hadir ke masjid mendapat ilmu dan pengetahuan tentang Islam.

"Makna lainnya adalah kata babar, yang artinya ekonomis. Jadi untuk membuat makanan ini sangat murah dan mudah. Tidak perlu menggunakan banyak bahan dan tentu bisa dibagikan secara merata ke jemaah," ujar dia.

Selain itu, bubur juga sebagai makanan yang lembut, sehingga yang menyantap makan ini menerima dan dimungkinkan bisa menyampaikan Islam dengan cara yang santun dan tidak keras dan mudah dicerna.

"Tidak hanya bubur saja, terkadang ada lauk yang disediakan oleh warga yang ingin menyumbang. Jadi dari awal bubur kami selalu menggunakan sayur lodeh. Yang jelas selalu ada bubur saat berbuka puasa," ungkap Hariyadi.

Baca Juga:Pemain Bola Buka Puasa di Tengah Pertandingan, Tuai Pujian Publik

Meski dalam situasi pandemi covid-19, takmir masjid masih melakukan pembagian bubur gratis kepada para jemaah. Namun, jumlahnya sangat dibatasi.

"Tahun kemarin karena awal Covid-19 dan pemerintah melarang menggelar kegiatan di masjid selama Ramadan, tidak ada pembagian bubur ini. Nah sekarang sudah diizinkan, sehingga kami batasi saja porsi buburnya," ungkap dia.

Selama 30 hari hingga puasa usai, takmir akan menyiapkan bubur sebanyak 100 porsi. Jumlah tersebut cukup dibagikan kepada warga yang berada di sekitar Padukuhan Kauman.

Seorang warga memasak beras menjadi bubur untuk menu berbuka puasa di Masjid Sabilurrosyad atau Masjid Kauman Bantul, Pedukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Seorang warga memasak beras menjadi bubur untuk menu berbuka puasa di Masjid Sabilurrosyad atau Masjid Kauman Bantul, Pedukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Jadi tiap harinya kami sediakan hanya 100 porsi saja. Karena harus dibatasi dan mengurangi kerumunan. Tapi jika tidak ada pembatasan biasanya sampai 500 porsi bubur kami bagikan," ujarnya.

Mengingat aktivitas keagamaan selama Ramadan diizinkan kembali, kegiatan salat tarawih juga dilaksankan usai salat Isya.

"Selepas Isya kami juga melakukan tarawih dan witir, biasanya 23 rakaat. Untuk salat tarawih dan Isya kami batasi hanya boleh 200 orang. Kami juga punya satuan tugas pencegahan Covid-19 di masjid ini untuk mengawasi dan melaporkan jika terjadi penularan di dalam masjid. Insyaallah hal itu tidak terjadi," terang dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak