alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bikin Keributan dan Maki Nakes RSA UGM, Pelaku Mengaku Sedang Panik

Galih Priatmojo Jum'at, 23 April 2021 | 20:30 WIB

Bikin Keributan dan Maki Nakes RSA UGM, Pelaku Mengaku Sedang Panik
Suasana mediasi, di salah satu ruangan, Mapolsek Gamping, Jumat (23/4/2021). (kontributor/uli febriarni)

pelaku keributan hingga memaki nakes di IGD RSA UGM meminta maaf

SuaraJogja.id - Keluarga Ike Susanti (30) --pasien meninggal dunia--, pelaku pembuat keributan yang memaki nakes dan pihak Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) mengikuti mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Gamping.

Mediasi tersebut berlangsung di Mapolsek Gamping, Jumat (23/4/2021). Berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 11.30 WIB. 

Kala menjawab pertanyaan wartawan, seorang pelaku keributan Damas Aditya mengatakan, awal mula keributan itu ditengarai rasa panik yang ia alami. Damas panik melihat temannya yang sedang sakit asam lambung dan muntah darah itu tak kunjung dilayani saat berada di ruang IGD RSA UGM.

"Saya minta maaf kepada seluruh warga Jogjakarta, khususnya pihak RSA UGM dan terkhusus lagi keluarga Mbak Ika yang kehilangan ayah, turut berduka cita," tuturnya, Jumat siang. 

Baca Juga: Viral Pemuda Bikin Onar Hingga Maki Nakes, Ini Respon Manajemen RSA UGM

Damas mengungkapkan, sebelumnya ia sudah mencoba menemui Ika dengan datang ke rumah duka. Di sana, ia tak berhasil menjumpai Ika namun bertemu dengan kakak perempuan Ika Susanti. 

"Kemudian ketika ditelepon, mbak Ika sudah di Polsek Gamping dan saya diminta ke Polsek Gamping. Kemudian bertemu [mediasi]," ungkapnya. 

"Saya menyesali dan saya mengaku salah. Saya memhon maaf kepada semua yang ada di sini, khususnya keluarga besar mba Ika," ujarnya. 

Menantu pasien almarhum Saroji, yakni Chairuddin menyatakan dirinya adalah orang pertama yang menegur Damas dan rombongannya, saat Chairuddin dan keluarga mulai terganggu dengan keributan yang ditimbulkan para pemuda itu. 

Keluarga merasa tersinggung, karena ada sumpah serapah yang mendoakan agar semua pasien di IGD meninggal. Hal itu bukan tak beralasan, saat itu mertuanya sedang dirawat di IGD RSA karena penyakit jantung. 

Baca Juga: Viral Insiden di RSA UGM, Ike Tunggu Iktikad Baik Pemuda yang Bikin Onar

"Perilaku mereka itu tidak etis. Makanya saya tegur, kok malah dimaki-maki. Dan benar to kata kata mereka, mertua saya meninggal," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait