alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jual Mesin Kopi Perusahaan, Sales Bawa Kabur Uang untuk Judi Online

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 30 April 2021 | 13:01 WIB

Jual Mesin Kopi Perusahaan, Sales Bawa Kabur Uang untuk Judi Online
Pelaku penggelapan di Sleman diamankan di Mapolsek Mlati, Jumat (30/4/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Saat itu pelaku sudah berhasil menjual satu unit mesin kopi kepada konsumen dengan harga Rp55 juta.

SuaraJogja.id - Seorang sales di sebuah perusahaan yang ada di Sinduadi, Mlati, Sleman harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah melakukan tindak pidana penggelapan. Pria yang berinisal AH (37) tersebut merugikan perusahannya hingga puluhan juta.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan bahwa modus operandi pelaku AH adalah dengan menyelewengkan hasil penjualan satu unit mesin kopi kepada tempatnya bekerja. Kejadian itu diketahui terjadi pada Jumat 29 Januari 2021 lalu.

"Jadi pelaku ini menerima pembayaran uang untuk satu unit mesin kopi dari konsumen tetapi dari pelaku justru tidak menyetorkan uang itu ke tempatnya bekerja tapi malah digunakan untuk membayar hutang dan berjudi online," kata Hariyanto kepada awak media, Jumat (30/4/2021).

Hariyanto menjelaskan kejadian itu dapat dilakukan karena memang pelaku bekerja sebagai sales di perusahaan tersebut. Saat itu pelaku sudah berhasil menjual satu unit mesin kopi kepada konsumen dengan harga Rp55 juta.

Baca Juga: Gelapkan Uang Hasil Jual Mobil, SYN Pakai Buat Sewa Wanita Penghibur 4 Hari

Konsumen saat itu juga diketahui telah membayar lunas satu unit mesin kopi tersebut. Pembayaran itu dilakukan dengan cara transfer sebanyak 4 kali.

"Namun pembayaran itu tidak disetorkan ke tempat dimana dia bekerja. Uang yang ditransfer ke rekening pribadi malah digunakan sendiri," ucapnya.

Disebutkan Hariyanto bahwa pelaku AH hanya mentransfer uang sejumlah Rp10 juta kepada perusahaannya tersebut. Tujuannya untuk menyamarkan tindakanannya.

"Ada Rp10 juta yang ditransfer di perusahaan untuk menyamarkan agar seolah korban belum membayar lunas atau baru DP saja padahal sudah melunasi," imbuhnya.

Panit Reskrim Polsek Mlati Ipda M Syafiudin menambahkan pelaku bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih sudah satu tahun. Namun, diketahui pula bahwa yang bersangkutan terjerat hutang dan hobi bermain judi online.

Baca Juga: Kronologi Perseteruan Irwansyah dan Medina Zein Sampai Berdamai

"Jadi yang bersangkutan ini terjerat hutang dan hobi bermain judi online dengan harapan bisa melunasi hutangnya. Namun semakin lama ternyata hutang semakin banyak maka pelaku melakukan perbuatan seperti ini," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait