Video Lempar Air Kotor Viral, Dukuh Jejeran 2: Bisa Dijadikan Event Rutin

Darussalam berharap, para pemuda wilayah setempat bisa lebih memahami dan mengganti air tersebut menjadi air bersih.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 09 Mei 2021 | 17:41 WIB
Video Lempar Air Kotor Viral, Dukuh Jejeran 2: Bisa Dijadikan Event Rutin
Sisa bungkusan plastik berisi air tercecer di sekitar simpang empat Jejeran, Pleret, Bantul, Minggu (9/5/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Dukuh Jejeran 2, Darussalam (39) ikut menanggapi aksi para warga yang saling melempar plastik berisi air kotor yang viral di media sosial. Pihaknya berupaya agar kegiatan ini menjadi event yang bisa menjadi daya tarik di wilayah Jejeran, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul.

"Mungkin bisa dibuat event yang mengundang daya tarik ya. Ya memang perlu wadah untuk bisa lebih terorganisir," jelas Darussalam ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (9/5/2021).

Ia melanjutkan bahwa sejauh aktivitas tersebut tidak mengganggu warga lain dan tak membuat pengendara lain celaka, perangkat pemerintah wilayah Wonokromo masih memberi toleransi.

"Dulu memang menggunakan air bersih untuk dilempar-lempar. Ya sejauh itu tak mengganggu warga atau merugikan orang lain, masih bisa kami maklumi," ungkapnya.

Baca Juga:Dikira Tawuran, Warga Wonokromo Jelaskan Video Viral Saling Lempar di Jalan

Disinggung jika air tersebut sudah tercampur dengan kotoran, Darussalam mengaku sudah mengingatkan pemuda dan warga untuk tak melakukannya.

Kendati begitu, kegiatan yang sudah sejak lama digelar oleh warga sekitar Wonokromo itu tak lepas dari pantauan keamanan setempat.

"Sebelum saya jadi dukuh sudah ada. Jadi biasanya Polsek dan Koramil sudah bersiaga. Nah karena mereka sudah sering menggunakan air kotor ini biasanya kami jaga. Tapi malam tadi kami kecolongan. Kegiatan itu terjadi mendekati waktu sahur," terang dia.

Darussalam menjelaskan, kegiatan itu biasa dilakukan para pemuda yang berada di wilayah Wonokromo. Selain itu, aktivitas tersebut juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Informasi (pemuda) ini tertutup rapat. Sehingga untuk mengantisipasinya saya agak sulit. Jika memang ada rencana itu, dukuh-dukuh di Wonokromo ini biasanya sudah berjaga, alasannya agar tak mengganggu ketertiban dan ketentraman warga karena mereka menggunakan air kotor," ujar dia.

Baca Juga:Viral! Momen Mencekam Sopir Bus Tetap Sabar Saat Dipukul dan Diludahi

Ke depan, pihaknya berharap para pemuda wilayah setempat bisa lebih memahami dan mengganti air tersebut menjadi air bersih. Jika masih dalam batas wajar, kata Darussalam, pemangku wilayah masih memperbolehkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak