"Di dalam lapas, saya mendapat pendidikan pengamalan Pancasila. Semoga saya bisa diterima, walau saya bekas napi, banyak hikmah dan ilmu yang saya dapat selama di penjaran. Semoga bisa saya gunakan untuk ikut berpartisipasi dalam membangun daerah Girisekar," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Girisekar Sutarpan mengatakan, secara umum memang ada kekhawatiran dari penduduk Pedukuhan Waru dengan kepulangan Suyata ke Girisekar lantaran Suyata dihukum penjara atas aksi terorisme yang selama ini menghantui bangsa ini.
"Terus terang ada kekhawatiran, tapi kalau penolakan warga secara frontal sampai saat ini tidak ada," ujar Sutarpan.
Meski begitu, ia sendiri berharap Suyata bisa segera melebur menjadi bagian dari masyarakat. Menurut Sutarpan, Suyata harus memperbaiki diri dan bisa menjadi warga masyarakat yang baik serta tidak menyebarkan ajaran yang menentang negara.
Baca Juga:Mantan Narapidana Kasus Terorisme Asal Panggang Akan Dipulangkan
Surtapan sendiri tidak mengetahui secara pasti cerita hidup Suyata, termasuk bagaimana bisa bergabung dengan jaringan teroris. Ia juga mengungkapkan, masyarakat sekitar tidak ada yang tahu dengan perjalanan Suyata hingga terlibat jaringan musuh negara tersebut.
"Sejak lulus sekolah, dia merantau, dan tetangga tetangga juga tidak tahu merantau di mana," tambahnya.
Sutarpan mengakui, jika melihat KTP milik Suyata, ia memang masih penduduk Girisekar, tetapi tidak ada yang mengetahui Suyata merantau di mana sejak lulus sekolah. Warga kaget karena karena sekitar 7 tahun yang lalu, ada kabar Suyata ditangkap akibat terlibat terorisme.
Sementara itu, perwakilan dari Polda DIY, yang menolak menyebutkan namanya, kepada media, menyatakan bahwa pihaknya memang bertugas untuk mengantar Suyata sampai ke rumah orang tuanya. Mereka diberi tugas untuk menjemput Suyata dari Bandara YIA Kulon Progo serta mengantar sekaligus menyerahkan Suyata kepada pihak keluarga dan masyarakat Girisekar.
"Eks napi teroris ini mendapatkan pembebasan murni karena sudah kembali mengakui ideologi Pancasila dan Bendera Merah Putih sebagai lambang serta dasar NKRI," terang petugas.
Baca Juga:Rentetan Curanmor di Gunungkidul, Polisi: Ada Beberapa Kelompok Jadi Dalang
Kontributor : Julianto