alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BMKG Sebut Jalur Evakuasi Bencana di Pesisir Jawa Kondisinya Tidak Memadai

Galih Priatmojo Sabtu, 22 Mei 2021 | 10:35 WIB

BMKG Sebut Jalur Evakuasi Bencana di Pesisir Jawa Kondisinya Tidak Memadai
Update Gempa, BMKG: Berpusat di Selatan Kabupaten Malang Magnitudo 5,9. [Foto: Tangkapan Layar Twitter @DaryonoBMKG]

BMKG ungkap kondisi jalur evakuasi di pesisir Jawa yang rawan bencana.

SuaraJogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebutkan fakta pahit kondisi sejumlah jalur evakuasi bencana di pesisir Jawa

Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan survey yang selama ini dilakukan oleh BMKG, diketahui bahwa jalur evakuasi bencana di sebagian besar pesisir jawa belum memadai. 

Menurut Korita, peringatan dini bencana yang dimiliki oleh BMKG tidak akan bisa berfungsi optimal untuk upaya mitigasi bila masih ada persoalan sebagaimana berikut. 

"Masih ada jalur evakuasi terpotong sungai dan tak ada jembatan untuk menyeberang. Jalur evakuasi terlalu jauh, sehingga dengan waktu datang tsunami yang cenderung pendek, tak memungkinkan untuk keselamatan," kata dia, dalam jumpa pers lewat kanal Zoom, Jumat (21/5/2021) malam. 

Baca Juga: Anggaran BPBD Sleman Dipangkas, Pembangunan Jalur Evakuasi Bencana Tertunda

Korita meminta seluruh pihak bergerak cepat, untuk menyiapkan jalur evakuasi dan keselamatan dalam menghadapi kejadian yang tak bisa diperkirakan.

Mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini menilai, dalam konsep mitigasi bencana harus bersandar pada skenario terburuk. Berkaca pada gempa Jawa Timur, skenario terburuk yang pernah dilakukan adalah saat terjadi gempa bermagnitudo 8,7 di masa lampau. 

"Itulah yang menjadi pegangan, meskipun belum tentu itu terjadi lagi," lanjutnya. 

Mengingat mitigasi itu berdasarkan skenario, maka dalam konsep mitigasi bencana Korita menilai kita perlu mengantisipasi dampak bencana dengan tetap menyiapkan sarana dan prasarana. Termasuk juga masyarakat yang mampu lakukan pertolongan mandiri atau evakuasi mandiri, bila terjadi tsunami atau gempa bumi.

"Tetapi difasilitasi, misal difasilitasi jalur evakuasi, kalau ada sungainya difasilitasi jembatan dan lainnya. Dan kelengkapan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Jika Tsunami Terjadi, Jalur Evakuasi di Pesisir Selatan Banyuwangi Sulit

Terkait poin infrastruktur ini, BMKG minta setiap pemda terkait bisa menyiapkan hal itu. Meskipun demikian, latihan mandiri dan gladi lapang harus tetap dilakukan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait