Lebih lanjut pembinaan kembali itu untuk mengingatkan kembali sebuah tujuan bersama dari para pelaku wisata di wilayah tersebut. Belum lagi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum usai.
Bandang menilai kebangkitan ekonomi khususnya di sektor pariwisata itu menjadi tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat. Tidak hanya satu dan dua, tetapi seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.
"Termasuk jangan sampai kejadian perorangan seperti kemarin terulang kembali. Nah ini masyarakat sendiri yang bisa mendirect untuk warganya agar punya komitmen bersama, goal bersama untuk keluar menggerakan ekonomi di wilayah mereka," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyatakan sudah menindaklanjuti oknum yang memaksa wisatawan untuk menyewa jip saat hendak ke Petilasan Mbah Maridjan. Dipastikan oknum yang bersangkutan telah menerima konsekuensi dari tindakannya tersebut.
Baca Juga:Viral Wisatawan Gagal ke Petilasan Mbah Maridjan, Dispar Panggil Pengelola Jip Merapi
"Mudah-mudahan sudah tidak ada kejadian lagi karena sudah diselesaikan kemarin," kata Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswaya.
Harda menyebut kejadian yang sempat viral di media sosial itu bukan yang pertama kali terjadi. Bahkan oknum yang terlibat dalam peristiwa itu diketahui merupakan orang yang sama dengan kejadian sebelumnya.
Disampaikan Harda, sebelumnya oknum tersebut telah berjanji dengan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun ternyata kejadian tersebut berulang lagi.
"Karena kejadian itu yang kedua. Kejadian pertama temen-temen sudah berjanji tidak mengulangi. Nah sekarang ada pengulangan ya apa yang dulu dijanjikan harus disikapi tapi sudah diselesaikan. Artinya disikapi, dulu tidak akan mengulang ya tentunya sekarang tindaklanjut komitmennya dulu," tegasnya.
Baca Juga:Viral Wisatawan Ngaku Dipaksa Sewa Jip ke Tempat Mbah Maridjan, Tarif sampai Rp 550 Ribu