alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Direlokasi, Pedagang Unggas dari Pasar Turi Minta Fasilitas Dilengkapi

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Jum'at, 11 Juni 2021 | 14:11 WIB

Direlokasi, Pedagang Unggas dari Pasar Turi Minta Fasilitas Dilengkapi
Pedagang dipindah dari sekitar Pasar Turi ke lokasi bekas SD Turi, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Jumat (11/6/2021). - (SuaraJogja.id/HO-Kalurahan Sidomulyo)

Dasar pemindahan para pedagang unggas dari Pasar Turi ke sekitar bekas SD Turi itu untuk mengurangi bau serta menciptakan kondisi pasar yang sehat.

SuaraJogja.id - Dinas Perdagangan Bantul merelokasi puluhan pedagang unggas yang biasa berjualan di sekitar Pasar Turi, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul. Para pedagang meminta fasilitas untuk berjualan di lokasi baru dapat dipenuhi untuk menunjang aktivitas jual beli.

Dasar pemindahan para pedagang unggas dari Pasar Turi ke sekitar bekas SD Turi itu untuk mengurangi bau serta menciptakan kondisi pasar yang sehat. Pemindahan sendiri sudah dilakukan sejak 31 Mei 2021 lalu.

Lurah Sidomulyo, Edi Murjito menerangkan pascapemindahan lebih dari sepekan, aktivitas jual beli unggas di lokasi baru sudah terlihat ramai. Hanya saja lokasi baru perlu banyak pembenahan agar nyaman digunakan pedagang berjualan.

"Sekarang memang masih panas, bangunannya juga masih minim karena bekas SD juga sudah dirobohkan. Sumber air dan toilet ada tapi sangat sederhana," terang Edi dihubungi wartawan, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Wakil Bupati Bantul Klaim Penanganan Cepat

Ia menjelaskan, untuk menunjang aktivitas mereka, harus dibuatkan minimal delapan los.

Dikatakan Edi, pada intinya pedagang unggas telah siap untuk selamanya menetap di lokasi yang baru. Hanya saja perlu dukungan sarana prasarana yang layak.

"Maka dari itu kami support dengan dana desa, segera disikapi untuk membangun itu. Pakai dana desa kan nanti bisa dikelola oleh BUMDES, karena nanti bisa meningkatkan pendapatan desa," terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, relokasi pedagang unggas ke lokasi yang baru bersifat permanen. Lokasi tersebut sekitar 300 meter dari Pasar Turi.

"Tempat yang dipakai sekarang ini, sebenarnya disediakan untuk pedagang unggas. Tetapi mereka banyak yang mendekat ke pasarnya (pasar Turi)," ujar Sukrisna.

Baca Juga: Tertipu Arisan Puluhan Juta, Belasan Ibu-Ibu Demo ke Pengadilan Negeri Bantul

Menurutnya, alasan para pedagang unggas tetap nekat berjualan di Pasar Turi karena orang berbelanja sayur mayur sambil melihat-lihat hewan ayam atau bebek.

"Ya alasannya karena pendekatan ke konsumen istilahnya lebih laku di Pasar Turi. Tapi saya meyakini jika pedagang unggasnya semua pindah, lama-lama pembeli yang akan mencari unggas akan datang ke sana," terangnya.

Disdag tidak segan akan untuk meminta pedagang unggas yang nekat kembali berjualan di Pasar Turi. Penataan dan pemindahan pedagang tersebut untuk menciptakan kondisi serta kesehatan pasar sendiri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait