facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Covid-19 di DIY Kembali Pecah Rekor, Tembus di Angka 791 Kasus

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Kamis, 24 Juni 2021 | 17:46 WIB

Covid-19 di DIY Kembali Pecah Rekor, Tembus di Angka 791 Kasus
Ilustrasi COVID-19 (Unsplash/Martin Sanchez)

Sementara itu, kasus meninggal di DIY bertambah sebanyak 11 kasus. Dengan demikian, total kasus meninggal menjadi 1.422 kasus

SuaraJogja.id - Penambahan kasus positif Covid-19 di DIY kembali memecahkan rekor. Kalau sebelumnya di angka 600-an per hari, maka pada Kamis (24/06/2021) ini bertambah 791 kasus baru.

"Sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di diy menjadi 55.463 kasus," ujar Kepala Bagian Humas Biro UHP Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji saat dikonfirmasi, Kamis Sore.

Menurut Ditya, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi terus saja muncul dari Sleman dan Bantul. Sleman mencatatkan tambahan 319 kasus baru dan Bantul dengan 249 kasus baru.

Sedangkan Kulon Progo mencatatkan 131 kasus baru. Kota Yogyakarta bertambah 79 kasus baru.

Baca Juga: DIY Dapat Oksigen untuk Pasien Covid-19 dari Kendal, Stok 4 Hari ke Depan Aman

"Gunungkidul bertambah 13 kasus baru dari hasil laporan kabupaten," jelasnya.

Sementara itu, kasus meninggal di DIY bertambah sebanyak 11 kasus. Dengan demikian, total kasus meninggal menjadi 1.422 kasus. Dari hasil verifikasi data dinas kesehatan (dinkes) kabupaten/kota, tercatat enam kasus meninggal dari Sleman, empat kasus lain dari Bantul dan satu kasus dari Kota Yogyakarta.

Untuk penambahan kasus sembuh tercatat sebanyak 258 kasus. Angka kesembuhan terbanyak dari Bantul sebanyak 118 kasus . Disusul Sleman dengan 61 kasus.

Kota Yogyakarta mencatatkan 47 kasus sembuh. Sedangkan Kulon Progo bertambah 17 kasus sembuh.

"Sehingga total sembuh menjadi 46.644 kasus di diy," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Banguntapan Capai 77 Orang, Panewu Beri Penjelasan Ini

Terkait perbedaan data tambahan kasus terkonfirmasi antara kabupaten/kota yang kadangkala muncul, menurut Ditya dikarenakan sistem dari pusat yang tidak memasukkan hasil positif antigen sebagai perhitungan tambahan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sedangkan kabupaten/kota memasukkan data sehingga ada gap," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait