"Ada yang 24 jam dan hampir semua titik sudah kita lakukan 24 jam," imbuhnya.
Sejumlah titik penyekatan selama 24 jam di Kota Jogja itu di antaranya berada di simpang Wirobrajan dari arah masuk ke kota atau arah barat, lalu ada di Pingit dari arah utara, Jetis dari arah utara Monjali, serta Tugu.
Ada pula penyekatan di Gejayan dari arah timur, SGM dari arah timur, dan Rejowinangun. Ditambah dengan di daerah Mirota Kampus, Pojok Beteng Kulon, serta Taman Siswa.
"Jadi sudah 10 ruas jalan dari 14 jalan yang menjadi pintu masuk kota Jogja [dilakukan penyekatan]," terangnya.
Baca Juga:Pemkot Jogja Siapkan Bangunan Sekolah untuk Selter Isolasi Pasien Covid-19
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan memang penyekatan di berbagai tempat di wilayahnya sudah cukup berdampak. Dalam artian kegiatan itu sudah bisa mengurangi mobilitas atau kepadatan masyarakat yang ada di Kota Jogja.
"Jadi ini kita sudah melakukan penyekatan di berbagai macam tempat dan sampai kepadatan masyarakat Kota Yogyakarta turun sampai 57 persen," ucap Heroe.
Namun Heroe tidak menampik bahwa pihaknya masih melihat banyak aktivitas masyarakat di daerah pinggir-pinggir kota. Guna terus menekan mobilitas tersebut maka pihaknya berfokus mendukung penyekatan yang dilakukan selama 24 jam.
"Masih kita lihat di pinggir-pinggir kota masih banyak aktivitas. Makanya kita ini sedang memfokuskan kepada pengetatan di beberapa penyekatan itu dengan 24 jam," tegasnya.
Baca Juga:Viral Foto Kondisi Tenda Darurat RSUP Dr Sardjito Banjir dan 4 Berita SuaraJogja