alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jelang Hari Terakhir PPKM Level 4, Epidemiolog UGM: Belum Efektif Turunkan Kasus Covid-19

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:45 WIB

Jelang Hari Terakhir PPKM Level 4, Epidemiolog UGM: Belum Efektif Turunkan Kasus Covid-19
Penyekatan di simpang empat Gose menuju ke arah Bantul - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

PPKM Level 4 akan berakhir sehari lagi. Epidemiolog UGM memberikan tanggapannya mengenai efektivitasnya

SuaraJogja.id - Pelaksanaan PPKM level 4 akan berakhir pada Minggu (25/7/2021) besok. PPKM level 4 sejatinya adalah perpanjangan dari PPKM darurat yang berakhir pada Selasa (20/7/2021) lalu.

Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama menilai bahwa penerapan PPKM darurat maupun PPKM level 4 belum memberikan dampak penurunan jumlah kasus positif Covid-19.

“Belum terlihat penurunannya (jumlah kasus positif Covid-19). Kalau pun turun diikuti jumlah tes yang turun juga,” kata dia, Sabtu (24/7/2021).

Meski sempat terjadi penurunan, menurut Bayu, angka tersebut lebih disebabkan jumlah sampel yang di tes menurun. Bahkan hal itu sudah diakui oleh pemerintah sendiri. Sementara persentase jumlah kasus positif cenderung stabil.

Baca Juga: Persiapkan Pelonggaran PPKM Darurat, DIY Kebut Vaksinasi Pelaku Wisata

“Kalau jumlah yang dites turun otomatis jumlah kasus turun juga. Bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil,” ungkapnya.

Tingginya kasus positif Covid-19 dalam dua bulan terakhir ini tidak berhubungan dengan efek dari gencarnya program vaksinasi, melainkan masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan.

“Bukan karena vaksinnya, karena vaksin aman dan tidak akan menyebabkan sakit Covid-19. Yang mungkin terjadi adalah pelaksanaannya yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak bisa dijaga,” katanya.

Jumlah kasus yang meningkat, lanjutnya, kemungkinan sudah terjadi sejak lama namun tidak terpantau. Sebab, jumlah testing yang masih minim.

“Testingnya tidak pernah bisa cukup sehingga data yang ada itu tidak mencerminkan yang sebenarnya. Mungkin sekali pada Juni kemarin sudah tinggi kasusnya namun banyak yang tak terdeteksi (undetected). Bahkan diduga sejak Mei banyak kasus yang tidak terdeteksi sudah ada di masyarakat makanya bisa naik sangat tinggi di juli,” ucapnya.

Baca Juga: Soroti Sense of Crisis, FPRB dan Forkom OMS Desak Pemda DIY Percepat Penanganan Covid-19

Bayu menyarankan agar pemerintah gencar melakukan program vaksinasi agar kekebalan kelompok (herd immunity) dapat segera tercapai. Namun demikian, apabila laju vaksinasi harian masih rendah maka target pada September untuk herd immunity di Jawa dan Bali akan sulit terealisasi.

“Laju vaksinasi harian masih sangat rendah. Kecuali kalau bisa vaksinasi dua juta per hari,” papar dia.

Soal banyaknya kasus kematian pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit dan isolasi mandiri (isoman) di rumah, katanya, pemerintah perlu memperbanyak lagi lokasi dan tempat isolasi mandiri terpusat. Sehingga bisa terpantau dengan baik dan bisa disaring lebih awal bagi mereka yang mengarah ke gejala yang lebih berat.

“Pasien dengan gejala berat bisa terpantau dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait