Pelaku Wisata Gunungkidul Kibarkan Bendera Putih, Terpaksa Jual Mobil dan Motor Demi Hidup

Para pelaku wisata di Gunungkidul sudah hampir sebulan tidak beroperasi

Galih Priatmojo
Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:30 WIB
Pelaku Wisata Gunungkidul Kibarkan Bendera Putih, Terpaksa Jual Mobil dan Motor Demi Hidup
bendera putih yang dikibarkan para pelaku wisata di Gunungkidul lantaran terdampak PPKM. [Kontributor / Julianto]

"Kita tunggu tanggal 2 (Agustus) nanti, katanya tidak diperpanjang (PPKM). Kalau diperpanjang ya kita terpaksa turun ke jalan,"terangnya.

Jual Mobil dan Motor

Hal yang sama juga dilakukan oleh pengusaha di Pantai Indrayanti. Salah satu yang mengibarkan bendera putih adalah Restoran Indrayanti yang dimiliki oleh Arif Rahman, laki-laki yang pertama kali membuka objek wisata pantai Indrayanti.

Arif Rahman mengatakan pengibaran bendera putih tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap kebijakan pemerintah yang telah menutup semua objek wisata di tanah air. Pemerintah tidak pernah memberikan solusi si kepada para pelaku wisata.

Baca Juga:Tingkat Kematian Pasien Isoman Tinggi, Pemkab Gunungkidul Aktifkan Shelter Wanagama

" Sudah 2 tahun ini kita merasakan dampak pandemi yang begitu luar biasa. Diperparah lagi dengan adanya PPKM darurat ataupun PPKM level 3 dan 4,"ujar dia.

Selama pandemi covid 19 berlangsung dalam kurun waktu 2 tahun ini pihaknya masih terus berusahab ertahan dengan melakukan beberapa efisiensi. Semakin menurunnya kunjungan wisatawan juga berimbas kepada pendapatan para pengusaha.

Pihaknya terpaksa melakukan efisiensi dengan cara memberlakukan sistem shift terhadap para pekerja. 22 orang pekerja akan bekerja dalam shift dengan pendapatan tentu hanya separuhnya dari kondisi normal. Namun sejak ppkm diberlakukan oleh pemerintah sebulan lalu semua pekerja telah ia istirahatkan.

Suasana pantai di Gunungkidul saat liburan Natal dan Tahun Baru di hari pertama masih sepi pengunjung, Kamis (24/12/2020). [Kontributor / Julianto]
Suasana pantai di Gunungkidul saat liburan Natal dan Tahun Baru di hari pertama masih sepi pengunjung, Kamis (24/12/2020). [Kontributor / Julianto]

"Kita sebisa mungkin tidak melakukan pemecatan. Mau bekerja di mana mereka, sementara ya hanya kita liburkan,"kata dia.

Selama pandemi covid 19 untuk bertahan hidup Arif mengaku telah menjual beberapa asetnya diantaranya mobil dan sepeda motor kesayangannya. Hal itu terpaksa ia lakukan hanya untuk bertahan hidup dan bisa membantu menghidupi karyawan yang telah bekerja kepada dirinya.

Baca Juga:Dihantam Gelombang Tinggi, Sejumlah Warung Di Pantai Selatan Gunungkidul Rusak

Arif berharap agar pemerintah segera membuka kembali pintu pariwisata. Karena hanya itulah jalan satu-satunya untuk menolong para pekerja di sektor pariwisata. Sebab bagaimanapun sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD terbesar di Gunungkidul.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak