Yakin Stok ke Daerah Aman, Luhut Minta Sleman Tingkatkan Capaian Vaksinasi 4 Kali Lipat

"Jadi nanti Ibu Bupati targetnya dinaikin 4 kali dari sekarang 2.700 (per hari) kita mau sampai bisa mungkin 15 ribu per hari."

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 06 Agustus 2021 | 14:15 WIB
Yakin Stok ke Daerah Aman, Luhut Minta Sleman Tingkatkan Capaian Vaksinasi 4 Kali Lipat
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meninjau vaksinasi di gedung Setda Kabupaten Sleman, Jumat (6/8/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19.

Tidak main-main, ia menargetkan peningkatan bisa mencapai 4 kali lipat dari capaian sebelumnya.

"Jadi nanti Ibu Bupati targetnya dinaikin 4 kali dari sekarang 2.700 (per hari) kita mau sampai bisa mungkin 15 ribu per hari," tegas Luhut saat meninjau vaksinasi di gedung Setda Kabupaten Sleman, Jumat (6/8/2021).

Dengan meningkatkan target vaksinasi dalam sehari tersebut, Luhut berharap capaian secara keseluruhan juga dapat meningkat.

Baca Juga:Apresiasi Vaksinasi untuk Pekerja, Menaker: Jadi Bagian Strategis Pulihkan Industri

"Kita mau vaksin di sini (Kabupaten Sleman) bisa dapat 85 sampai 90 persen sampai September, mungkin malah 100 persen," tuturnya.

Disampaikan Luhut, perkembangan vaksinasi juga harus dibarengi dengan pelaksanaan 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang memadai.

Selain itu, selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 juga perlu ditingkatkan.

"Jadi Presiden sudah memerintahkan kami untuk bulan ini dan bulan depan itu rata-rata 70 juta lebih (vaksin) perbulan akan disuntikan. Jadi Jawa dan Bali perhari hampir 2,3 juta orang harus disuntik sampai dengan September," ungkapnya.

Capaian itu dimaksudkan untuk terus bisa mengontrol penyebaran virus Covid-19 varian delta di Indonesia.

Baca Juga:Kota Modern Bersama Polsek Tangerang Gelar Vaksinasi Merdeka

"Jadi varian delta ini kita bisa agak kontrol bila jumlah yang divaksin itu sudah lebih dari 70-75 persen syukur-syukur bisa 100 persen," ucapnya.

Dalam kesempatan ini Luhut juga berpesan kepada semua pihak untuk tidak buru-buru melonggarkan aturan. Termasuk untuk tetap berhati-hati dengan negara tetangga.

Luhut menilai sejumlah negara tetangga tengah mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi.

"Tapi kita harus hati-hati dengan tetangga tidak bisa buru-buru. Karena di dunia sekarang ini sedang gila-gilanya varian delta ini. Anda bisa baca lah dimana di Jepang, sekarang rumah sakit sudah penuh. Jadi jangan nyalahin bangsa kita aja, kita sudah mulai membaik orang lain baru gini (naik kasusnya)," ujarnya.

Luhut turut memastikan ketersediaan stok vaksin ke setiap daerah tetap berjalan lancar tidak ada kendala, sehingga akan cukup untuk membantu percepatan capaian vaksinasi itu.

"Enggak ada masalah (stok vaksin ke daerah). Sangat cukup," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak