facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Merapi Luncurkan Awan Panas, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Enam Lokasi ini

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Minggu, 08 Agustus 2021 | 10:41 WIB

Merapi Luncurkan Awan Panas, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Enam Lokasi ini
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat (6/8/2021) siang. - (SuaraJogja.id/HO-BPPTKG)

dua wilayah terdampak hujan abu seiring peningkatan aktivitas merapi

SuaraJogja.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas, Minggu (8/8/2021) pagi. Badan Pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut terjadi guguran abu vulkanik di enam lokasi.

"Terjadi guguran awan panas pagi ini dan juga tercatat hujan abu vulkanik dengan intensitas yang tipis," ujar Kepala BPPTKG,  Hanik Humaida lewat keterangan tertulisnya, Minggu.

Guguran awan panas terjadi berturut turut sejak pukul 02.32 wib dengan jarak luncur 1.100 meter ke barat daya. Pukul 04.20 wib terjadi lagi dengan jarak luncur 2.000 meter.

Awan panas kembali muncul sekitar pukul 04.58 wib dengan durasi 22 detik. Jarak luncur terjadi lebih kurang 3.000 meter ke arah Kali Bebeng (barat daya).

Baca Juga: Awan Panas Meluncur dari Gunung Merapi, Boyolali dan Magelang Hujan Abu

Guguran kembali terjadi pukul 07.29 wib jarak luncur 1.800 meter ke barat daya. Selang 17 menit, yakni pukul 07.46 wib, awan panas kembali muncul dengan durasi singkat 77 detik. Jarak luncur sekitar 1.000 meter ke Kali Bebeng.

"Guguran awan panas yang terakhir (pukul 07.46) Kolom asap yang teramat setinggi 500 meter di atas puncak condong ke barat," jelasnya.

Sebanyak dua kabupaten yakni Magelang dan Boyolali terdampak hujan abu vulkanik. Diantaranya, Tlogolele, Klakah, Kapuhan, Paten, Ngowok dan Babadan.

"Sementara yang kami catat ada enam lokasi. Intensitas abu tipis," katanya.

Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Akibat hujan abu vulkanik, BPPTKG meminta masyarakat tetap mengenakan masker saat beraktivitas. 

Baca Juga: Update Merapi, BPPTKG: Intensitas Kegempaan Minggu Ini Tercatat Lebih Tinggi

Hanik mengatakan bahwa potensi bahaya Gunung Merapi masih berupa guguran lava pijar dan awan panas di wilayah tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro.

Masyarakat juga harus mewaspadai dan tidak beraktivitas dengan jarak 5 kilometer dari puncak gunung. Tingkat aktivitas Gunung Merapi berstatus siaga atau level III.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait