Mengenai kondisi empat Gua Jepang di wilayahnya itu, kata Mbah Roto, saat ini gua-gua itu masih tetap ada di sana. Bahkan disebutkan sebenarnya ada lima Gua Jepang yang ada di sekitar Bukit Klangon itu.
"Gua Jepang itu masih ada, dulu kalau tidak salah malah ada lima (gua), tapi karena yang satu itu terlalu bawah posisinya, sehingga tertutup erupsi Merapi pada tahun 2010 silam, tapi kalau empat yang lain ini masih ada semua," tuturnya.
Mbah Roto tidak menutup kemungkinan akan terus mengembangkan peninggalan sejarah itu. Terkhusus sebagai salah satu daya tarik pariwisata di wilayah Glagaharjo.
"Intinya gua jepang ini kan tinggalan zaman dulu. Jadi ke depan wilayah Glagaharjo akan kerja sama dengan warga masyarakat, justru peninggalan ini akan kita manfaatkan. Artinya nanti ke depan kalau Merapi mendukung Insyaallah akan kita kembangkan menjadi wisata. Kita satu paketkan dengan Bukit Klangon ini," urainya.
Baca Juga:Kue 'Garuda Pancasila' Dilelang, Hasilnya untuk Bantu UMKM Terdampak Pandemi
Namun saat ini, Mbah Roto menyebut kondisinya masih belum memungkinkan untuk merealisasikan rencana itu. Selain akibat dari dampak pandemi Covid-19 ditambah dengan aktivitas Gunung Merapi yang belum menurun.
"Insyaallah nanti kita akan kerja sama dengan masyarakat. Karena itu posisinya di bawah alur Kali Bebeng. Jadi nanti kita harus turun dulu ke dasar sungai baru ketemu Gue Jepang itu," terangnya.
Ditambahkan Mbah Roto, keberadaan Gue Jepang ini juga menjadi berkah tersendiri bagi warga masyarakat di sekitarnya. Pasalnya di tengah-tengah Gua Jepang itu terdapat sumber mata air yang memberi kehidupan bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.
"Di situ juga istimewa, sumber mata air di wilayah di Glagaharjo itu dari situ. Jadi itu ada di tengah-tengah Gua Jepang itu. Sumber mata air yang menghidupi satu desa Glagaharjo dan tiga kelurahan Kemalang, Klaten, ya itu sumbernya dari (Sungai) Bebeng itu. Jadi banyak sekali di situ cerita-cerita ataupun yang sampai saat ini masih bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat," ucapnya.
Terkhusus dengan pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih berukuran raksasa di Bukit Klangon itu, disampaikan Kapolsek Cangkringan AKP Nidia Ratih bahwa sebelumnya diprakarsai oleh Komandan Kodim 0732/Sleman sekitar tiga tahun lalu.
Baca Juga:Viral, Pesan di Video TikTok HUT RI Ini Buat Warganet Merinding: Benar Sudah Merdeka?
"Upacara Klangon ini merupakan pengibaran bendera raksasa yang memprakarsai itu dulu tiga tahun yang lalu sama Pak Dandim 0732/Sleman. Jadi tradisi ini kita lanjutkan karena ini untuk memperingati perjuangan dari pahlawan yang ada di lereng Merapi," kata Nidia.