alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Halau Bus Saat PPKM, Dishub Catat 20-an Bus Masuk ke Jogja Akhir Pekan Lalu

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 07 September 2021 | 10:35 WIB

Sempat Halau Bus Saat PPKM, Dishub Catat 20-an Bus Masuk ke Jogja Akhir Pekan Lalu
Kepala Dishub Yogyakarta Agus Arif memberi keterangan, Senin (16/12/2019). - (SUARA/Baktora)

Agus mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan wisata sementara waktu sembari menunggu kebijakan selanjutnya dari pemerintah.

SuaraJogja.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mencatat sedikitnya ada 20-an bus dari luar kota yang lolos saat diberlakukannya PPKM Level 4 Sabtu-Minggu (4-5/9/2021) di Kota Pelajar. Selain itu, pihaknya juga menghalau dan memutarbalikkan puluhan bus ke daerah asal.

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menyampaikan memang one gate system belum diterapkan. Namun jajarannya bersama TNI dan Polri masih berjaga agar bus wisatawan tidak masuk ke Jogja.

"Belum diterapkan kalau one gate system. Tapi memang beberapa bus masuk," terang Agus dihubungi wartawan, Senin (6/9/2021).

Ia melanjutkan ada sekitar 20 bus yang tercatat masuk. Hal itu diduga karena wisatawan mengira Kota Jogja sudah kembali dibuka destinasi wisatanya, terutama Malioboro.

Baca Juga: Ini Aturan Perjalanan Transportasi di Perpanjangan PPKM Level 3

"Iya kurang lebih sekitar itu, dan mereka memang (bus) masih dari Pulau Jawa," ujar dia.

Adapun bus yang berhasil dihalau dan diminta putar balik. Agus menyebut sekitar 23 bus diputarbalikkan pada Sabtu (4/9/2021).

"Hari Sabtu itu ada sekitar 23 bus. Kalau yang hari Minggu kemarin masih kami update lagi. Yang lolos parkir di Jalan Bhayangkara juga kami minta meninggalkan Jogja," jelasnya.

Akses masuk bus-bus tersebut kata Agus lolos di wilayah timur, tepatnya dari Jalan Kusumanegara, Muja-muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Masuknya kemarin kebanyakan dari koridor timur (SGM)," terang dia.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang Lagi, Durasi Makan di Tempat Bertambah

Agus mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan wisata sementara waktu sembari menunggu kebijakan selanjutnya dari pemerintah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait