alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Evaluasi One Gate System, Pemkot Jogja Haruskan Biro Perjalanan Seleksi Penumpang

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 07 September 2021 | 15:15 WIB

Evaluasi One Gate System, Pemkot Jogja Haruskan Biro Perjalanan Seleksi Penumpang
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho memberi keterangan pada wartawan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/9/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Ia menambahkan, meski PPKM Yogyakarta sudah turun Level 3, destinasi wisata tidak semuanya akan dibuka.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah mengevaluasi one gate system untuk diterapkan pekan ini, menyusul dengan turunnya PPKM Level 3 di Yogyakarta. Para pelaku wisata atau biro perjalanan harus memilih dan berani menolak penumpang yang tidak bisa menunjukan hasil telah divaksin dan hasil negatif Swab Antigen/PCR.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan berkaca dari pengalaman pada ramainya Malioboro Sabtu-Minggu (4-5/9/2021) lalu, pihaknya sudah membuat komitmen dengan asosiasi penyedia jasa bus wisata.

"Kami minta kepada mereka agar menyeleksi di awal rombongannya itu sudah membawa kartu vaksin ataupun juga surat swab negatif," ungkap Heroe ditemui di sela-sela pembahasan Rakor di ruang Yudhistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/9/2021).

Ia menerangkan penumpang juga wajib membawa dan menggunakan aplikasi pedulilindungi. Pasalnya di aplikasi itu pengguna bisa menemukan bukti vaksin, selain itu aplikasi ini juga berfungsi untuk melakukan scan barcode di lokasi-lokasi tertentu

Baca Juga: Belum Terapkan One Gate System tapi Banyak Bus Masuk ke Jogja, Wawali Beri Penjelasan Ini

Ia menambahkan, meski PPKM Yogyakarta sudah turun Level 3, destinasi wisata tidak semuanya akan dibuka. Heroe masih mengajukan beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk menarik pengunjung.

"Jadi ini masih kami bahas, apakah destinasi wisata bisa dibuka atau tidak. Tetapi museum yang kami ajukan bisa dibuka. Karena museum tertutup dan kita bisa mengendalikan jumlahnya (pengunjung)," jelas Heroe.

Dengan begitu, jika pengajuan pembukaan museum bisa diterima oleh Pusat, pengelola diperbolehkan membuat surat izin ke Pemkot.

"Selanjutnya kami akan cek protokol kesehatannya, apakah sesuai dan sudah mengatur jarak hingga fasilitas penunjangnya," ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menerangkan, one gate system sebenarnya sudah disimulasikan. Setiap angkutan umum, baik itu bus AKAP hingga bus pariwisata harus masuk ke dalam Terminal Giwangan.

Baca Juga: Bus-Bus Lolos meski Wisata Jogja Tutup di Akhir Pekan, Pemkot Akan Panggil Biro Perjalanan

"Sesuai instruksi Ka Satgas Covid-19 Nasional mereka wajib memenuhi syarat kan. Nah jadi one gate system ini untuk melayani orang dengan transportasi umum tidak hanya untuk pariwisata," ujar Agus ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta.

Lebih lanjut, penumpang wajib menunjukkan hasil telah divaksin melalui aplikasi pedulilindungi. Ketika bus-bus masuk ke dalam Terminal Giwangan, petugas akan mengecek.

Ia mengatakan bahwa penumpang yang tak memiliki atau tetap nekat ke Jogja tanpa bisa menunjukkan hasil swab negatif dan kartu vaksin, diharapkan putar balik.

"Harapan saya warga yang datang (luar Jogja) bisa aware dengan kota tujuannya, agar warga Jogja juga merasa aman dengan pengunjung yang membawa hasil vaksin dan hasil negatif swab," terang dia.

Agus menerangkan bahwa saat ini pihaknya bersama Pemkot Yogyakarta masih melakukan Rapat Koordinasi terkait pembukaan destinasi wisata. Pihaknya menjelaskan bahwa belum ada destinasi wisata Jogja yang dibuka hingga Senin (6/9/2021).

"Ya sekarang belum boleh datang (wisatawan), karena wisata belum dibuka. Jadi kami ingin menyampaikan bahwa (wisata) di Jogja belum buka, tapi nyatanya tetap kesini," ujar dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait