Kasus Covid-19 Turun, RS di Sleman Mulai Efisiensi Nakes dan Kurangi Tempat Tidur

kasus Covid-19 di Sleman berangsur turun.

Galih Priatmojo
Rabu, 22 September 2021 | 13:59 WIB
Kasus Covid-19 Turun, RS di Sleman Mulai Efisiensi Nakes dan Kurangi Tempat Tidur
Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]

SuaraJogja.id - Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman berangsur menurun. Tercatat hingga Senin (20/9/2021) ada total 691 kasus Covid-19.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah bila dibanding jumlah kasus Agustus sebanyak 6.131 kasus dan pada Juli sebanyak 7.659 kasus aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menuturkan, dari total 54.013 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sleman, sebanyak 50.958 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 2.364 orang meninggal dunia, sisanya masih dalam perawatan.

"Tingkat kesembuhan berada di angka 94,34%, lebih tinggi dari angka kesembuhan nasional," terangnya, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga:Bersiap Hadapi Gelombang Ke-3 Covid-19, Dinkes Sleman Minta Masyarakat Tak Kendor Prokes

Ia mengatakan, merespon sudah menurunnya jumlah kasus Covid-19 harian di Sleman, Pemkab sudah mulai mengurangi kapasitas tempat tidur pasien di tiap rumah sakit.

Sebelumnya, setiap RS diwajibkan mengalokasikan 40% kuota tempat tidur (TT) mereka bagi pasien Covid-19. Misalnya, sebuah RS memiliki total tempat tidur 200 unit, maka 50 unit di antaranya diperuntukkan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Tetapi saat ini, setiap RS hanya diminta menyediakan sedikitnya 40 unit sampai 50 unit TT bagi pasien Covid-19. Baik itu RS reguler maupun RS rujukan Covid-19.

Dalam persentase, BOR untuk TT isolasi di RS se-Kabupaten Sleman sebesar 21,57% dan TT critical/ICU sebanyak 36,9%.

"Kapasitas total TT isolasi kami ada 677 TT, terisi 146. Kemudian untuk TT ICU, kami punya 119 unit terisi 44 TT," sebut dia.

Baca Juga:Ini Daftar Faskes di Sleman yang Siap Berikan Vaksin Pfizer, Ada 24 Puskesmas dan 16 RS

Penuruna BOR ini menurut Cahya, begitu jauh dibanding sebelumnya. Bahkan pada Juli 2021 saat kasus sangat melonjak, tingkat keterisian TT di RS nyaris mencapai 100%.

"Rata-rata di atas 90 persen. Masyarakat sampai harus isoman di rumah kan, isolasi terpadu juga penuh," lanjut Cahya.

Selain mengurangi jumlah TT, pihaknya juga mengefektifkan dan mengefisiensi jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di bangsal perawatan Covid-19.

Hal itu dilakukan, bertujuan agar jangan sampai jumlah tenaga kesehatan yang bertugas lebih banyak daripada jumlah pasien yang harus dijaga atau rawat.

"Itu kan tidak efektif dan tidak efisien," paparnya.

Kendati terjadi penurunan alokasi TT dan jumlah nakes yang bertugas di bangsal Covid-19, menurut Cahya turunnya kasus tidak sebanding dengan jumlah kematian. Dengan demikian, masyarakat harus tetap waspada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak