Indonesia dibangun atas dasar pluralisme, kesepakatan atas keberagam masyarakat baik dari segi agama, kepercayaan, maupun etnis. Ia mengatakan, Indonesia tidak mungkin berdiri jika tidak perjuangan dari umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
"Maka tidak ada satu kelompok pun yang boleh mengklaim dirinya paling memiliki Indonesia apapun agamanya. Negeri ini milik kita semua, kita punya kewajiban menjaganya," ujar dia.
Ihwal pencanangan desa sadar kerukunan, menurutnya, kerukunan umat beragama sudah menjadi ciri khas warga Indonesia. Untuk mempertegas itu, sehingga dilakukan pencanangan desa tersebut.
"Kerukunan di Indonesia coba dicanangkan kembali melalui desa sadar kerukunan. Sejarah panjang negeri ini dibangun dari perbedaan, yang berbeda menjadi kekuatan," imbuhnya.
Baca Juga:Kejar Cakupan Vaksinasi Hingga 80 Persen, Pemkab Bantul Lakukan Taktik Ini