Jumlah Kunjungan Wisatawan Sleman Melonjak, Dispar: Lebih Banyak yang Ditolak

Pram mengaku melihat banyak wisatawan harus mengurungkan niatnya berwisata guna menyesuaikan aturan yang masih ditetapkan pemerintah.

M Nurhadi | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 04 Oktober 2021 | 16:20 WIB
Jumlah Kunjungan Wisatawan Sleman Melonjak, Dispar: Lebih Banyak yang Ditolak
Suasana sepi saat uji coba pembukaan wisata Tebing Breksi di Kabupaten Sleman, Kamis (16/9/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Pram mengimbau kepada sejumlah destinasi yang belum diizinkan secara resmi untum uji coba itu selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Baik dari kapasitas penerimaan pengunjung hingga protokol kesehatan di tempat.

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta pengelola wisata di wilayahnya untuk bersabar menunggu izin resmi dari pemerintah pusat terkait dengan pembukaan destinasi wisata.

Permintaan itu sebagai respon atas sudah banyaknya destinasi wisata di Bumi Sembada yang telah diserbu pengunjung padahal belum diperbolehkan buka.

"Saya minta agar kita semua menunggu karena pembukaan destinasi wisata tidak bisa asal. Ada beberapa prosedur dan pertimbangan dari kementrian yang dilakukan agar tidak beresiko," kata Kustini.

Baca Juga:Benarkah Pil Molnupiravir Menurunkan Risiko Kematian akibat COVID-19? Ini kata Pakar

Kustini menyebut bahwa nantinya izin itu akan diberikan langsung dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mengingat saat ini kebijakan PPKM masih berada di Level 3 untuk wilayah DIY.

Ia menilai, masyarakat juga perlu untuk lebih menahan diri agar tidak terlarut dalam euforia penurunan jumlah kasus Covid-19 saat ini. Diperlukan kehati-hatian bersama untuk tetap menjaga kasus Covid-19 tetap atau bahkan semakin melandai lagi.

"Kita kan sudah mulai bagus, tapi jangan euforia lepas, ini bahaya. Saya khawatir berdampak pada kenaikan kasus lagi dan wisata bakal ditutup lagi. Dampaknya tentu akan semakin luas," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak