5 Selter Masih Akif, Dinsos Sleman Tunggu Evaluasi Lanjutan

Eko menjelaskan, di Sleman terdapat lima selter atau Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten.

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 05 Oktober 2021 | 12:20 WIB
5 Selter Masih Akif, Dinsos Sleman Tunggu Evaluasi Lanjutan
[ILUSTRASI] Shelter isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Rusunawa Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (14/6/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan bakal melakukan penutupan bagi kelima selter itu. Atau mungkin dengan menyisakan satu selter yang berstatus stand by.

"Ya mungkin untuk sementara nanti diberhentikan dulu nanti baru kalau memang dibutuhkan nanti diisi kembali. Intinya itu semua masih dalam evaluasi, nanti keputusan lanjut nunggu dari hasil evaluasi," tegasnya.

Ditanya mengenai selter yang berada di desa-desa, Eko mengungkapkan bahwa itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab desa. Sedangkan Dinsos dan Pemkab Sleman hanya sebatas mendukung dari segi bantuan jaminan hidup (jadup).

"Untuk selter desa tidak termasuk, itu pengelolaan dari desa. Kita hanya mendukung dari persiapan jadupnya," tandasnya.

Baca Juga:Dinsos DIY Tutup 35 Selter dan Tempat Isoter, Hanya Tersisa 1 yang Masih Aktif

Sebelumnya sebanyak 32 titik selter penanganan pasien Covid-19 yang dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) DIY resmi dinyatakan tutup. Saat ini hanya tinggal satu selter yang masih aktif dengan satu pasien tersisa.

Tidak hanya 32 titik selter yang dikelola oleh Dinsos DIY saja yang resmi ditutup. Ada pula empat isolasi terpusat (isoter) hasil kerjasama Pemda DIY dan sejumlah instansi yang juga sudah ditutup.

Kendati begitu Kepala Dinsos DIY, Endang Patmintarsih menuturkan selain tersisa satu selter yang aktif, Dinsos DIY juga menyiapkan satu selter dengan status stand by. Satu selter itu adalah Balai Diklat Kemensos yang berada di Jalan Veteran, Yogyakarta dengan kapasitas 100 kamar.

"Kemudian (selter) yang di Jalan Veteran itu kami posisi stand by. Karena saya mau tetap menghidupkan itu satu. Jadi sekarang memang sudah tutup semua kecuali yang selter kabupaten kota," ujar Endang.

Baca Juga:Kasus Baru Covid-19 Signifikan Menurun, Pemkot Jogja Nonaktifkan Selter Terpadu

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak