"Kita menghadapi perubahan lalu ada bencana dunia (Covid-19) yang harus kita atasi sendiri sebagai bangsa. Nah kebersamaan ini yang penting, mari kembalikan lagi persatuan kita," ujar aktivis 1980 itu.
Membandingkan saat era reformasi, lanjut Rudy aktivis memang sulit berpendapat. Saat ini ruang berpendapat lebih terbuka dan bisa melalui platform digital.
Di hari Sumpah Pemuda ini, pihaknya berharap pada generasi muda untuk lebih produktif dan cerdas dalam memenuhi ruang berpendapat itu.

"Termasuk memanfaatkan digitalisasi untuk pemberdayaan misalnya, seperti ekonomi mungkin. Termasuk juga yang muda ini yang saat ini menguasai," katanya.
Baca Juga:Bertepatan Hari Sumpah Pemuda, TikTok Luncurkan Program Talk+
Dalam peluncuran itu, sejumlah mantan aktivis membacakan karyanya masing-masing.
Ganjar Pranowo, Muhaimin Iskandar, dan juga Pratikno, yang dijadwalkan datang, tidak hadir dalam peluncuran buku tersebut.
"Mungkin karena kegiatan yang cukup sibuk, belum jadi datang," terang Rudy.