Beda nasib dengan para petahana dari sejumlah kalurahan tadi, di Kalurahan Umbulharjo (Cangkringan), sebagai petahana Suyatmi tumbang dari lawannya Danang Sulistya.
Dalam Pilur yang diselenggarakan dengan e-voting itu, Suyatmi meraup 249 suara atau (7,05 %). Sedangkan Danang Sulistya meraih 1.919 suara atau (54,30%). Total terdapat 3.946 daftar pemilih tetap (DPT) di sana.
Di Kalurahan Sendangadi (Mlati), petahana yang merupakan suami mantan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, yakni Damanhuri, hanya meraih 2.747 suara. Sedangkan versusnya, Sugengno mengantongi 3.410 suara. Total ada sebanyak 12.708 DPT di kalurahan tersebut.
Sementara itu di Kalurahan Tirtoadi (Mlati). Calon lurah petahana di kalurahan terdampak tol ini, Sabari yang mengumpulkan 24,27% suara harus mengaku kalah dari Mardiharto yang meraih 53,16% suara dari total 8.345 DPT.
Baca Juga:Gianluca Pandeynuwu Ingin Borneo FC Bangkit Lawan PSS Sleman: Jangan Lengah
Mengutip keterangan tertulis yang dirilis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sleman, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, Pilur serentak di Sleman telah berjalan lancar dan tetap menerapkan protokol Kesehatan sesuai SOP. Tahun ini Pilur menggunakan sistem e-Voting.
"e-voting memiliki keunggulan hasil keluar lebih cepat, akurat dan transparan," kata dia.
Ia berpesan siapapun lurah yang terpilih, dapat diterima oleh semua masyarakat dan tetap bersatu untuk bersama-sama membangun Kalurahan.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga:Laga Versus Borneo FC dan Persikabo 1973 Ujian Terakhir Dejan Antonic di PSS Sleman