Sejarah Perang Padri, Tuanku Imam Bonjol Diasingkan 27 Tahun di Tempat Berbeda

Periode pertama terjadi dari antar kaum padri dengan adat selama 35 tahun, dilanjut periode kedua kaum adat dan padri melawan Belanda hingga berakhir perang padri.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 02 November 2021 | 12:46 WIB
Sejarah Perang Padri, Tuanku Imam Bonjol Diasingkan 27 Tahun di Tempat Berbeda
Lukisan Perang Padri berjudul Krijgstaferelen van de oorlog op Sumatra karya J.P. de Veer.[Wikimedia Commons]

Imam Bonjol diminta datang tanpa senjata di Palupuh, sebenarnya ini siasat Belanda untuk menangkap Iman Bonjol. Penangkapan dilakukan pada oktober 1837.

Benteng berhasil dikuasai, masyarakat Minang melakukan penyerang pada 28 desember 1938 yang dipimpin Tuanku Tambusai. Akhirnya Perang Padri berakhir dengan kekalah masyarakat Minang. Ada yang ke berpindah ke Semanjung Malaya.

Nasib Imam Bonjol setelah ditangkap Belanda kemudian diasingkan selama 27 tahun berpindah-pindah hingga beliau wafat pada 8 november 1864. Imam Bonjol diasingkan dibeberapa tempat diantaranya Cirebon, Ambon, dan Manado.

Kontributor : Cahya Hanifah

Baca Juga:Ridwan Kamil Coba Pikat Investor Belanda agar Mau Investasi di Jawa Barat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak