facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Bantul Naik, Pemkab Kumpulkan Panewu yang Berbatasan dengan Kota Jogja

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Rabu, 03 November 2021 | 20:10 WIB

Kasus Covid-19 di Bantul Naik, Pemkab Kumpulkan Panewu yang Berbatasan dengan Kota Jogja
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

jumlah kasus positif Covid-19 di Bantul mengalami penambahan

SuaraJogja.id - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bantul menurut data Gugus Tugas Covid-19 DIY per Rabu (3/11/2021) tercatat ada 35 kasus.

Menyikapi adanya kenaikan kasus tersebut, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul Joko Budi Purnomo telah mengumpulkan para panewu-panewu yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Jogja. Para panewu menyampaikan kendala serta capaiannya terkait dengan penanganan Covid-19 di wilayahnya.

"Saya sudah mendengarkan berbagai kendala dan capaian yang telah dilakukan oleh Panewu di Kapanewon yang berbatasan wilayah dengan Kota Jogja," ujar Joko.

Ia menjelaskan, kendala yang dialami yaitu masih adanya warga atau masyarakat yang belum mau untuk divaksin, terkait izin penyelenggaraan kegiatan atau izin keramaian (pertunjukan atau hajatan), dan capaian vaksinasi serta peta wilayah sebaran penularan virus corona di setiap kapanewon.

Baca Juga: Antisipasi Bencana Hidrometerologi, 29 Pos Pantau Kebencanaan di Bantul Diaktifkan

"Itu kendala-kendala yang masih ditemui di lapangan," katanya.

Karena itu, dia menyatakan perlu adanya surat edaran untuk memperkuat upaya penewu dan lurah untuk masyarakat yang akan membuat kegiatan kerumunan harus ada izin dari satgas kapanewon melalui lurah. Selain itu, memperkuat vaksinasi bagi seluruh warga untuk pembentukan kekebalan komunitas. Optimalisasi jaga warga dan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.

“Yang terakhir adalah penerapan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 24 tahun 2021, nanti akan kamj konsultasikan terlebih dahulu dengan Bupati dan Sekda. Jadi semua masyarakat yang akan mencari surat-surat di tingkat kapanewon harus membawa sertifikat vaksin," paparnya.

"Selain itu juga optimalisasi peran masing- masing lembaga untuk menguatkan masyarakat. Tingkatkan sinergitas dengan TNI dan Polri," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan akan melakukan tes swab secara acak di 120 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Tujuannya untuk mengantisipasi agar tidak muncul klaster sekolah.

Baca Juga: Tren Kasus Menurun, Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Bantul Tambah 14 Orang

"Pada minggu ini atau minggu depan, kami akan melakukan sampling swab ke sekolah-sekolah," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait