Kurang Tidur Berdampak ke Cara Jalan, Ini Kata Pakar

Tidur memengaruhi bagaimana kita melangkah dan gaya berjalan.

Eleonora PEW
Rabu, 03 November 2021 | 23:40 WIB
Kurang Tidur Berdampak ke Cara Jalan, Ini Kata Pakar
Ilustrasi tidur. (unsplash)

SuaraJogja.id - Kualitas tidur memengaruhi segala macam aktivitas yang termasuk dalam kemampuan kognitif. Kurang tidur pun ternyata berdampak pada cara berjalan.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti di MIT dan Universitas Sao Paulo Brasil kepada mahasiswa yang secara sukarela menjadi subjek studi. Mereka menemukan bagaimana tidur memengaruhi bagaimana kita melangkah dan gaya berjalan.

Dalam percobaan treadmill ini, tim menemukan semakin sedikit jam tidur seseorang, semakin sedikit kontrol yang mereka miliki saat berjalan.

Untuk mahasiswa yang begadang semalaman sebelum tes, kontrol gaya berjalan mereka semakin menurun, lapor Medical Xpress.

Baca Juga:5 Penyebab Perut Buncit, Ternyata Ada Kebiasaan Kecil yang Sering Diabaikan

Menariknya, mahasiswa yang tidak begadang semalaman sebelum tes, tetapi tetap memiliki waktu tidur tidak ideal dan mengganti waktu tidurnya di akhirnya pekan, memiliki kinerja yang lebih baik.

Dalam studi ini, tim memberi jam tangan kepada mahasiswa Universitas São Paulo yang menjadi peserta studi untuk melacak aktivitas mereka selama 14 hari.

Informasi ini memberi peneliti gambaran tentang kapan dan berapa lama siswa tidur dan aktif setiap hari.

Pada malam ke-13, sekelompok mahasiswa terjaga sepanjang malam. Peneliti menyebut kelompok ini sebagai Sleep Acute Deprivation, atau SAD.

Keeseokan paginya saat tes dilaksanakan, peserta berjalan di atas treadmill dengan kecepatan yang sama.

Baca Juga:Studi: Kurang Tidur Picu Menstruasi Lebih Sakit dan Tak Teratur

Mereka diminta mengikuti irama dengan secara perlahan peneliti menaikkan dan menurunkan kecepatan metronom tanpa memberi tahu peserta.

Kamera diatur untuk menangkap cara para peserta berhalan, khususnya saat tumit menapak ke treadmill.

"Mereka harus menyinkronkan tumit dengan irama, dan kami menemukan banyak kesalahan pada orang yang kurang tidur akut. Mereka keluar dari ritme, mereka sering melewatkan bunyi bip," jelas penulis studi Forner-Cordero. Artinya, cara berjalan kelompok ini menjadi lebih lambat.

Mereka juga menemukan mahasiswa yang mengganti waktu kurang tidur mereka di akhir pekan berjalan lebih baik daripada kelompok SAD.

"Hasilnya menunjukkan bahwa gaya berjalan bukanlah proses ototmatis, dan dapat dipengaruhi oleh kurang tidur. Ada strategi untuk mengurangi efek kurang tidur. Idealnya, setiap orang harus tidur delapan jam semalam. Tapi jika tidak bisa, maka kita harus memberi kompensasi sebanyak dan sesering mungkin" tandas rekan peneliti Krebs.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak