Karya Celeng Dhegleng Dikaitkan Isu Politik, Sri Krishna 'Encik': Kesenian itu Multitafsir

Pria berambut gimbal itu mengaku tidak mengambil pusing terkait dengan karya yang dikaitkan dengan isu politik tersebut.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 19 November 2021 | 18:59 WIB
Karya Celeng Dhegleng Dikaitkan Isu Politik, Sri Krishna 'Encik': Kesenian itu Multitafsir
Pementasan tentang celeng di Omah Petroek, Karangklethak, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jumat (19/11/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Sejatinya, kata Encik, karya tersebut merupakan wujud kritik sosial. Termasuk salah satunya atas karya milik Djoko Pekik berjudul Berburu Celeng beberapa tahun silam. 

Binatang celeng sendiri, Encik menyatakan bahwa secara mitologi sebagai sebuah representasi dari binatang yang negatif. Hewan yang erat hubungannya dengan keserakahan dalam kehidupan sosial. 

"Simbol keserakahan manusia yang tercermin dalam binatang celeng atau babi hutan," terangnya.

Walau begitu, ia menilai celeng bukan tidak selalu berkonotasi sebagi binatang yang bermakna negatif. Tetap ada nilai-nilai positif dari hewan celeng tersebut.

Baca Juga:Babak Baru Barisan Celeng Berjuang, Cegah Ganjar Pranowo Dijegal

"Tapi sebetulnya celeng itu kalau saya tafsir, celeng itu juga binatang yang bagus karena dia jalannya lurus apa yang jalannya lurus kadang-kadang kan justru akan menabrak. Itu simbol positifnya seperti itu," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak