facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Fungsi Lisosom, Berkaitan dengan Pencernaan

Pebriansyah Ariefana Selasa, 30 November 2021 | 14:57 WIB

Fungsi Lisosom, Berkaitan dengan Pencernaan
Ilustrasi Makan Berat di Malam Hari (freepik)

Salah satu fungsi Lisosom adalah berkaitan dengan mencerna makanan.

SuaraJogja.id - Lisosom merupakan sebuah organ yang hampir ditemukan di semua sel. Salah satu fungsi Lisosom adalah berkaitan dengan mencerna makanan.

Lisosom merupakan organel berbentuk kecil dan bulat yang terikat dengan membran serta memiliki diamater sekitar 0,25 hingga 0,5 um. Lisosom hampir bisa ditemukan di semua sel kecuali sel darah merah menusia dan sel kulit yang mengalami pengerasan atau penebalan.

Kandungan yang ada di dalam lisosom diantaranya hidrolase asam, asam-asam nukleat, enzim yang merombak protein dan karbohidrat pada pH asam. Ada yang menyebut jika lisosom adalah sistem pencernaan sel.

Keberadaan lisosom tentunya memberikan manfaat dan fungsi. Diantara banyak fungsi yang dimiliki, fungsi utama lisosom yakni untuk pencernaan intra sel. Adapun materi yang dicerna lisosom berasal dari dalam dan luar sel itu sendiri.

Baca Juga: Benarkah Sakit Punggung Pertanda Gangguan Pencernaan Dispepsia? Ini Kata Ahli!

Pencernaan pada lisosom berlangsung optimal, hal ini karena pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom, enzim hidorolitik serta tidak pernah keluar dari dalam lisosom. Namun, jika membran lisosom pecah, enzim hidrolitik akan keluar dan mencerna sel itu sendiri.

Pada dasarnya fungsi lisosom terbagi menjadi dua, yakni:

  1. Primer, yaitu lisosom yang memiliki fungsi menghasilkan enzim yang belum diaktifkan. Fungsinya untuk vakuola makanan.
  2. Sekunder, yaitu lisosom yang bertugas dalam aktivitas yang melibatkan pencernaan sel. Fungsinya untuk autogagsom.

Secara umum lisosom berfungsi dalam berbagai proses sebagai berikut:

1. Endositosis

Endositosis merupakan pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Selanjutnya materi ini dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, atau biasa disebut dengan endosom awal.

Baca Juga: Empat Emosi Ini Ternyata Bisa Berisiko Pada Kesehatan Usus

Sejumlah materi itu dipilih dan ada yang digunakan lagi dan tidak digunaksn di endosom lanjut. Di endosom itu, materi bertemu dengan enzim hidrolitik. Pada endosom awal, pH sekitar 6. Kemudian terjadi penurunan pH 5 pada edosom lanjut, yang akhirnya terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

2. Autofagi

Proses autofagi dipakai sebagai pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, layknay organel yang sudah tidak berfungsi. Awalnya bagian retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan pada akhirnya membentuk autofagosom.

Selanjutnya, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans golgi serta berkembang menjadi lisosom. Tahapan ini terjadi pada sel hati, perubahan berudu menjadi katak dan embrio manusia.

3. Fagositosis

Fagositosis merupakan proses pemasukan pertikel berukuran besar dan mikrooganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel.

Awalnya membran akan membungkus partikel atau mikroganisme dan membentuk fagosim. Lalu, fagosom memiliki fungsi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi serta berkemvang menjadi lisosom.

Adapun fungsi lisosom pada tubuh manusia sebagai berikut:

  1. Mencerna makakan yang ada jika terjadi kekurangan makanan
  2. Kemampuan untuk mencerna makanan yang dihasilkan dari fogositosis dan pinositosis
  3. Dalam kondisi tertntu, lisosom bisa menghancurkan organ sel yang rusak, biasa disebut autolisis.
  4. Dapat menetralkan zat dengan sifat karsinogenik, yakni sel kanker.
  5. Mampu menghancurkan benda dari luar, seperti dinding sel telur sperma yang dihancurkan untuk memungkinkan pembuahan enzim.

Sementara itu, peran lisosom sebagai berikut:

  1. Melakukan fungsi imunitas. Lisosom berperan dalam pencernaan intrasel, seperti yang terdapat pada protozoa atau sel darah putih.
  2. Berperan dalam matinya sel-sel. Di dalam sel darah lisosom mensintesis enzim-enzim hidrolitik untuk mencernakan bakteri-bakteri patogen yang menyerang tubuh.
  3. Lisosom membantu menghancurkan sel yang luka atau mati serta menggantikan baru. Proses ini banyak ditemukan pada sel-sel ekor kecebong.
  4. Berperan penting dalam berlangsungnya fertilisasi pada berbagai jenis hewan termasuk manusia, khususnya saat terjadi reaksi akrosom.

Demikian penjelasan mengenai fungsi lisosom. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita sehari-hari.

Kontributor : Muhammad Aris Munandar

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait