Pakar UGM Ingatkan Bahaya Banjir Bandang Pasca Erupsi Gunung Semeru

potensi bahaya sekunder juga patut diwaspadai pascaterjadinya erupsi Gunung Semeru

Galih Priatmojo
Senin, 06 Desember 2021 | 15:06 WIB
Pakar UGM Ingatkan Bahaya Banjir Bandang Pasca Erupsi Gunung Semeru
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di endapan material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

“Pada beberapa kasus, faktor eksternal seperti curah hujan yang tinggi memang bisa menyebabkan thermal stress dan memicu ketidakstabilan dalam tubuh kubah lava. Kubah lava sudah tidak stabil, dipicu hadirnya curah hujan tinggi menyebabkan adanya longsor,” terangnya.

Untuk mengetahui faktor dominan penyebab erupsi pada tanggal 4 Desember lalu, menurutnya perlu dilakukan analisis data secara terintegrasi yang mencakup data gempa vulkanik, deformasi, gas, dan data curah hujan secara temporal dalam beberapa bulan terakhir. Data-data tersebut dikorelasikan dengan kejadian, baik guguran dengan magnitude kecil maupun magnitude besar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak