alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemkot Jogja Tetap Lakukan Pembatasan

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 07 Desember 2021 | 15:21 WIB

PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemkot Jogja Tetap Lakukan Pembatasan
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memberi keterangan pada wartawan di Ruang Sadewa, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/12/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Pemkot Yogyakarta, kata Heroe, telah melakukan sejumlah antisipasi saat PPKM Level 3 diberlakukan.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tetap melakukan pembatasan meskipun pemerintah pusat membatalkan penerapan PPKM Level 3.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengungkapkan, pihaknya tidak ingin adanya kenaikan kasus setelah pembatalan tersebut. Namun penerapan pembatasan masih perlu dikoordinasikan sebelum Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Penerapan seperti apa masih kami koordinasikan. Artinya tetap berlaku seperti (PPKM) level yang ada atau mengikuti kasus yang tumbuh kami belum tahu," ujar Heroe ditemui wartawan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/12/2021).

Pemkot Yogyakarta, kata Heroe, telah melakukan sejumlah antisipasi saat PPKM Level 3 diberlakukan. Mengingat batal, beberapa penerapan one gate system dan pembatasan lainnya masih diberlakukan.

Baca Juga: Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Nataru, Epidemiolog: Alasannya Kurang Kuat

"Agar tidak terjadi kerumunan yang lebih besar, kami antisipasi dengan pengetatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Terutama one gate system, itu cara awal kita menyaring," terang dia.

Tracing acak juga akan dilakukan selama Libur Nataru. Termasuk juga berkerja sama dengan hotel, restoran dan juga agen perjalanan.

"Nah ini yang tetap kita kuatkan, karena kemungkinan besar akan datang wisatawan ke Jogja menggunakan kendaraan pribadi. Tetap kami berharap agen perjalanan dan juga hotel dan restoran menjaga persyaratan perjalanan (wisatawan) terpenuhi," katanya.

Meski kasus Covid-19 dalam 3 bulan terakhir cukup terkendali, menurutnya Pemkot ingin warga tetap waspada, sehingga angka penularan kasus baru tidak meningkat.

"Hal itu dilihat dari kasus siswa yang diskrining di sekolah. Berdasarkan pemeriksaan, mereka tidak ada gejala, simptom tidak ada yang muncul. Artinya sudah tidak seperti sedang kena sakit, kemudian kita susur di kelas dan tidak ada penularan," ujar Heroe.

Baca Juga: Epidemiolog Setuju Luhut Batalkan PPKM Level 3, Apa Alasannya?

Pria yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta ini menyebut bahwa capaian vaksinasi di Kota Pelajar sudah mencapai 80 persen. Sehingga, antisipasi terjadinya kasus Covid-19 saat Libur Nataru ditekankan pada wisatawan yang sudah sehat dan memenuhi syarat.

"Kapasitas vaksin (pertama) yang sudah 100 persen, bahkan (vaksin) dosis 2 sudah sampai 85 persen lebih, saya kira kota Jogja bisa dikatakan mencapai herd immunity. Jadi pengetatan prokes ini yang dilakukan pada kegiatan Natal dan Tahun Baru 2022," kata dia.

Heroe mengaku bahwa hal ini cukup menggembirakan, menyusul mobilitas diberi keleluasaan namun dengan pengendalian dari pemerintah daerah setempat

"Tapi yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat untuk betul-betul sudah divaksin. Saya kira disambut sangat baik oleh masyarakat dengan kondisi seperti ini," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait