Ditambahkan Nawa, setelah berhasil ditangkap ular-ular itu nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga.
"Setelah ditangkap biasanya kita koordinasi dengan teman-teman BKSDA. Untuk pelepas liaran kita manut mereka. Imbauan intinya jangan dibunuh," tandasnya.
Damkar Sleman mencatat sudah menangani ratusan kejadian non-kebakaran hingga pertengahan akhir tahun 2021 ini. Berdasarkan data tersebut penanganan paling banyak terkait dengan kejadian ular yang masuk rumah atau permukiman warga.
Kasie Operasional dan Investigasi Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto mencatat setidaknya ada 104 kejadian atau sekitar 45,41 persen penanganan terkait dengan laporan ular masuk rumah.
Baca Juga:Hingga Pertengahan Akhir 2021, Damkar Sleman Tangani 104 Kejadian Ular Masuk Rumah
Selain ular ada juga penanganan sarang tawon sebanyak 92 kejadian atau sebesar 40,14 persen, ditambah hewan lainnya sebanyak 32 kejadian atau 13,97 persen dan penanganan lainnya ada satu kejadian atau 0,5 persen.