Tidak ada pengawasan atau sistem kontrol dari pemerintah itu, kata Wahyu diduga kemudian melanggengkan terjadinya tindak kekerasan seksual. Sebab tidak ada orang yang kemudian takut untuk menjadi pelaku.
"Jangan-jangan karena negara kita nggak punya sistem kontrol yang memadai untuk orang menjadi cukup takut untuk melakukan itu, untuk menjadi pelaku. Jangan-jangan persoalannya di situ," imbuhnya.
"Jadi kalau hanya fokus di kasus satu terus selesai dan semua baik-baik saja juga enggak. Ada banyak hal yang sifatnya makro yang secara sistem harus diperbaiki juga," tegasnya.
Baca Juga:Data Pelacakan Alumni 2021, 76,35 Persen Lulusan UGM Telah Bekerja dan Lanjut Studi