Berjaga-jaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid Pasca Nataru, Sleman Siagakan Isoter Terpadu

Pemkab akan menyiagakan kembali isolasi terpadu, yakni Asrama Haji dan Rusunawa MBR Gemawang.

Galih Priatmojo
Jum'at, 31 Desember 2021 | 11:00 WIB
Berjaga-jaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid Pasca Nataru, Sleman Siagakan Isoter Terpadu
Petugas kesehatan baru saja mengantar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ke Rusunawa Gemawang untuk menjalani isolasi, Selasa (8/12/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman lakukan sejumlah cara untuk mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19, paska libur Natal dan Tahun Baru. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menjelaskan, Pemkab akan menyiagakan kembali isolasi terpadu, yakni Asrama Haji dan Rusunawa MBR Gemawang. 

"Karena menurut pengalaman 2021, kejadian kasus setelah 14 hari Nataru terjadi kenaikan. Setelah Idulfitri juga naik," kata dia, Kamis (30/12/2021). 

Ia menyebut, bila saat ini kasus COVID-19 tergolong landai, sekitar lima kasus baru per hari dan pada Desember 2021 hanya ada satu kematian.

Baca Juga:Perkuat Lini Tengah, PSS Sleman Rekrut Syahroni dari Persela

Selain itu, berkat cakupan imunisasi yang cukup tinggi, diperkirakan kekebalan komunal telah tercapai. Dengan demikian, bila terjadi gelombang ketigapun, kasus maupun jumlah yang ditangani tidak akan seberat saat gelombang kedua. 

Bukan hanya menyiagakan isoter, Pemkab Sleman juga tetap meminta rumah sakit (RS) untuk mengalokasikan 40% tempat tidur bagi pasien Covid-19. 

"Sarana prasarana kesehatan seperti oksigen dan lain sebagainya juga sudah disiapkan. Sekarang kasus tidak begitu besar bisa diturunkan dulu, digunakan untuk merawat non Covid," kata dia.

"Tapi tetap siap, sekat tidak dihilangkan. Kalau terjadi lonjakan, bisa digunakan untuk Covid-19 lagi," lanjut eks Dirut RSUD Sleman ini. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menyatakan, pihaknya telah menyiapkan personel untuk bertugas di posko, pos dekontaminasi, pemulasaraan dan pemakaman jenazah. 

Baca Juga:Paling Banyak Laporan Kasus, Sleman Peringkat Pertama Daerah Rawan di DIY

Mereka akan siap siaga selama 24 jam, terutama dalam menjemput pasien dan membawanya ke isoter.

Kontributor : Uli Febriarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak