Harga Telur Masih Tinggi, Peternak di Gunungkidul Belum Berani Tambah Kapasitas Produksi

selepas libur Natal dan Tahun Baru, permintaan akan komoditas bahan pokok (bapok) mulai berkurang.

Galih Priatmojo
Senin, 03 Januari 2022 | 15:53 WIB
Harga Telur Masih Tinggi, Peternak di Gunungkidul Belum Berani Tambah Kapasitas Produksi
Pembeli memeriksa kualitas telur di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Senin (27/12/2021). [ANTARA FOTO/FB Anggoro]

Walau hari ini turun, namun harga telur ayam selama beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan dari harga normalnya. Kondisi ini pun juga dirasakan di Kabupaten Gunungkidul, di mana harganya terbilang stabil tinggi.

"naiknya harga telur ayam tak lepas dari terbatasnya persediaan, tak sesuai dengan permintaan yang sedang tinggi. Apalagi, banyak peternak yang memilih mengurangi produksinya karena terdampak kebijakan PPKM,"ungkap dia.

Subandi mengungkapkan, setidaknua ada sekitar 20-30 persen peternak telur ayam kecil di Gunungkidul yang harus gulung tikar. Mereka memilih mengafkirkan ayamnya secara dini lalu tak lagi memproduksi.

Hal ini juga ia lakukan, waktu harga pakan melambung tinggi namun di sisi lain harga telur anjlok, ia terpaksa mengurangi kuantitas ayam. Setidaknya sekitar 30 persen ayamnya terpaksa ia afkirkan karena sudah tak mampu membeli pakan.

Baca Juga:Asnawi Pantas ke Liga 1 Korea, Wisatawan Gunungkidul Membludak

"Saat ini juga masih melihat perkembangan ke depan untuk kembali menambah produksi. Saya masih pikir-pikir belum akan menambah ayam dulu," ujarnya.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak