Tingkat Okupansi Hotel di Jogja Meleset, tapi Reservasi 2 Bulan ke Depan Meningkat

Deddy menyampaikan, okupansi hotel berbintang sebesar 70,2 persen dan non-bintang 60,8 persen.

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Senin, 03 Januari 2022 | 18:45 WIB
Tingkat Okupansi Hotel di Jogja Meleset, tapi Reservasi 2 Bulan ke Depan Meningkat
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPD DIY Deddy Pranowo Eryono - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Tingkat okupansi kamar hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) meleset dari target 80 persen. Okupansi saat Nataru kemarin hanya 60,2 persen.

"Jadi tingkat okupansi kamar hotel selama Nataru kemarin enggak sesuai target kami," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono kepada SuaraJogja.id, Senin (3/1/2022).

Deddy menyampaikan, okupansi hotel berbintang sebesar 70,2 persen dan non-bintang 60,8 persen. Jumlah hotel berbintang yang menjadi anggota PHRI ada sekitar 200 hotel.

"Dan untuk hotel yang non-bintang jumlahnya sekitar 120," katanya.

Baca Juga:Wisatawan Takut Klitih dan PPKM, Okupansi Hotel Sleman Saat Nataru Tak Sampai 50 Persen

Penyebab tidak tercapainya okupansi kamar hotel lantaran pengunjung khawatir soal penyekatan di DIY. Lebih-lebih mengenai penyebaran varian Omicron.

"Ada dua hal yang saya kira menyebabkan target okupansi Nataru kami tidak tercapai," ujarnya.

Meskipun target okupansi saat Nataru tidak terpenuhi namun reservasi hotel untuk bulan Januari-Februari 2022 mengalami peningkatan. Padahal pada Januari-Februari 2021 lalu tingkat okupansi hanya 25-40 persen.

"Pada Januari ini yang reservasi hotel sudah ada 45 persen dan untuk Februari besok 35 persen. Saat pandemi 2021 tidak sampai seperti ini, sekarang sudah ada geliat," katanya.

"Ini juga sebuah fenomena yang terbalik di mana kalau Januari-Februari biasanya low season tapi jadi high season," tambahnya.

Baca Juga:Libur Natal Target Okupansi Hotel Meleset, PHRI DIY: Kita Belum Baik-baik Saja

Menurut dia, penyebab ada kenaikan reservasi hotel untuk dua bulan ke depan karena ASN tidak diperbolehkan cuti pada saat Natal dan Tahun Baru kemarin. Sehingga mereka memilih untuk berlibur di lain hari.

"Kemarin kan tidak libur, mungkin terus dialihkan pada Januari dan Februari. Selain itu kan kemarin ada isu penyekatan di DIY, lalu ada ganjil-genap juga. Mungkin itu juga yang membuat wisatawan menunda liburannya," papar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak