Harga Minyak Sawit Naik, Pedagang: Enggak Berani Ambil Untung Banyak

kenaikan harga minyak goreng ini tergantung dengan kondisi pasar.

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono
Jum'at, 07 Januari 2022 | 12:46 WIB
Harga Minyak Sawit Naik, Pedagang: Enggak Berani Ambil Untung Banyak
Wardi baru selesai mengisi 40 jeriken berisi minyak goreng di Jalan Bantul, Pugeran, Kota Jogja pada Jumat (7/1/2022) pagi. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Pedagang minyak sawit mengeluhkan harga minyak yang merangkak naik setiap minggunya. Bahkan dalam satu minggu bisa terjadi kenaikan harga sebanyak dua kali.

Seorang pedagang asal Imogiri, Bantul, Wardi mengatakan, kenaikan harga minyak goreng ini tergantung dengan kondisi pasar. Kenaikan bisa berkisar dari Rp500 sampai Rp1.500.

"Ya kadang bisa naik sekali atau dua kali, tergantung kondisi di pasar gimana. Bisa Rp500-Rp1.500 kenaikannya," ujar Wardi kepada SuaraJogja.id, Jumat (7/1/2022).

Harga minyak sawit sudah mengalami kenaikan sejak Oktober 2021 lalu. Kondisi tersebut membuatnya tidak berani menjual kembali minyak sawit dengan harga yang lebih tinggi.

Baca Juga:Bantul Targetkan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Selesai Pertengahan Januari

"Saya enggak tega mau ambil untung banyak dari pembeli. Yang beli minyak di tempat saya adalah penjual peyek, gorengan, dan ikan gereh. Untung yang didapat mereka juga sedikit," paparnya.

Padahal sekali kulakan ia harus mengeluarkan modal kurang lebih Rp11 juta. Jumlah ini bisa mendapat 40 jeriken.

"Ini saya beli 40 jeriken modalnya Rp11 juta, satu jeriken kapasitasnya 15 liter. 40 jeriken habis dalam satu minggu," katanya.

Dengan demikian, ia membeli minyak sawit dari pihak supplier Rp275 ribu per satu jeriken. Menurutnya, pada Desember 2021 lalu per satu jeriken masih di harga Rp250 ribu.

"Harganya naik sejak Desember kemarin per satu jeriken Rp250 ribu sekarang sudah Rp275 ribu. Lalu saya jual lagi dengan harga sekitar Rp280 ribu per jeriken," ujarnya.

Baca Juga:Dinkes Bantul Sebut Varian Omicron Belum Ditemukan Sampai Saat Ini

Kenaikan harga minyak goreng, katanya, disebabkan kelangkaan. Karena itu, pemerintah diharapkan segera melakukan intervensi pasar agar harga minyak kembali normal.

"Kalau bisa pemerintah harus memikirkan masalah minyak goreng. Masyarakat sudah resah karena untuk menggoreng makanan untungnya jadi sedikit," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini