Bahkan tidak menutup kemungkinan, disampaikan Warti, tenaga untuk produksi keripik pun bisa bertambah, sesuai dengan kebutuhan pasar jika memang sudah kembali ramai.
"Akibat pandemi kemarin juga kita memang banyak istirahat, ya tapi tetap bertahan. Tenaga (pegawai) itu saya rolling siapa dulu yang libur atau masuk kayak gitu. Terus mungkin gaji pun juga saya kredit supaya tetap bisa jalan terus. Intinya saya masa pandemi tidak memberhentikan pegawai," tuturnya.
Warti mengungkapkan saat ini untuk jumlah produksi pun masih akan menyesuaikan permintaan pasar. Namun jika memang sedang ramai, pihaknya bisa memproduksi hingga 1-1,5 kuintal dalam sehari.
"Kalau sekarang produksi itu tergantung pasar ya. Kalau memamg pasarannya rame saya bisa produksi sehari 1-1,5 kuintal tapi bisa juga sehari 50 kilogram, saya lihat pasar," terangnya.
Baca Juga:Targetkan Bantul Bersih 2025, Kalurahan Guwosari Dapat Bantuan Incinerator