Melihat Usaha Keripik Belut di Sayegan, Berjuang Pertahankan Pegawai Saat Pandemi Covid-19

"Akibat pandemi kemarin juga kita memang banyak istirahat, ya tapi tetap bertahan."

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 12 Januari 2022 | 07:36 WIB
Melihat Usaha Keripik Belut di Sayegan, Berjuang Pertahankan Pegawai Saat Pandemi Covid-19
Proses produksi keripik belut Citra Rasa di Klaci 2, Margoluwih, Sayegan, Sleman, Selasa (11/1/2022) - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Bahkan tidak menutup kemungkinan, disampaikan Warti, tenaga untuk produksi keripik pun bisa bertambah, sesuai dengan kebutuhan pasar jika memang sudah kembali ramai.

"Akibat pandemi kemarin juga kita memang banyak istirahat, ya tapi tetap bertahan. Tenaga (pegawai) itu saya rolling siapa dulu yang libur atau masuk kayak gitu. Terus mungkin gaji pun juga saya kredit supaya tetap bisa jalan terus. Intinya saya masa pandemi tidak memberhentikan pegawai," tuturnya.

Warti mengungkapkan saat ini untuk jumlah produksi pun masih akan menyesuaikan permintaan pasar. Namun jika memang sedang ramai, pihaknya bisa memproduksi hingga 1-1,5 kuintal dalam sehari.

"Kalau sekarang produksi itu tergantung pasar ya. Kalau memamg pasarannya rame saya bisa produksi sehari 1-1,5 kuintal tapi bisa juga sehari 50 kilogram, saya lihat pasar," terangnya.

Baca Juga:Targetkan Bantul Bersih 2025, Kalurahan Guwosari Dapat Bantuan Incinerator

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak