Sementara itu, Sarjono mewakili para perajin sentra jamu gendong mengakui memang masih ada sejumlah kendala yang dihadapi. Termasuk salah satunya adalah persoalan di bidang pemasaran.
"Kalau kesulitan dari segi pemasaran kalau sudah jadi destinasi mudah-mudahan bisa menjadi peningkatan ekonomi yang signifikan," ujar Sarjono.
Selain itu peralatan pendukung pembuatan jamu juga masih terbatas. Ditambah lagi dengan perlunya pengembangan dari sisi promosi agar membuat sentra jamu itu dikenal oleh masyarakat luas.
"Peralatan itu juga masih kurang. Selain itu kami juga perlu pemanduan promosi yang lebih baik. Lalu perlu juga diadakan training biar para peracik jamu lebih maju biar lebih bermanfaat jamunya," tandasnya.
Baca Juga:Sambut Awal Tahun Semarak, 3 Restoran Ini Resmi Buka di Sleman City Hall