facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pokja Genetik FKKMK UGM tentang Omicron: Tidak Berat Bukan Berarti Jinak

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 24 Januari 2022 | 20:35 WIB

Pokja Genetik FKKMK UGM tentang Omicron: Tidak Berat Bukan Berarti Jinak
Ilustrasi omicron, negara pusat penyebaran omicron (pixabay)

"Itu penting sekali disampaikan kepada masyarakat bahwa memang gejala umumnya tidak berat tetapi dia (Omicron) bukan jinak."

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kalau kasus Covid-19 varian Omicron secara global bakal naik dengan cepat dan jumlahnya tinggi bahkan melebihi Delta. Akan tetapi ia menyebut kalau kasus Omicron itu bisa turun lebih cepat dan yang dirawat juga terbilang rendah.

Itu menjadi laporan Budi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (24/1/2022).

"Tetapi (hal) baiknya adalah turunnya juga cepat dan hospitalisasinya rendah," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Hal tersebut dibuktikan dengan kondisi penyebaran Omicron di Indonesia saat ini. Untuk kasusnya sendiri tercatat ada 1.600 orang yang terkonfirmasi Omicron.

Baca Juga: Satu Warga DIY Terindikasi Omicron, PTM Jalan Terus

Dari ribuan kasus itu, hanya ada 20 orang yang menjalani perawatan serta membutuhkan bantuan oksigen. Hingga detik ini, jumlah kasus meninggal dunia akibat Omicron mencapai dua orang.

"Ini masih jauh sangat rendah dibandingkan dengan kasusnya Delta," ujarnya.

Karena itu, Budi menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak perlu panik tetapi tetap waspada dan hati-hati karena laju penularannya yang tinggi.

Budi juga menambahkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Tapi tidak perlu panik karena memang hospilitalisasi dan kematiannya rendah," ujarnya.

Baca Juga: Warga Pasar Minggu Pasien Omicron Wafat usai Disuntik Vaksin Penuh, Wagub DKI Ungkap Penyebabnya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait