facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rayakan Imlek di Tengah Covid-19, Pranoto Kenang Kebersamaan Keluarga Berkumpul di Jogja

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Rabu, 02 Februari 2022 | 10:46 WIB

Rayakan Imlek di Tengah Covid-19, Pranoto Kenang Kebersamaan Keluarga Berkumpul di Jogja
Umat Konghucu, Pranoto Hidayat saat memberi keterangan pada Suarajogja.id usai beribadah di Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Jogja, Selasa (1/2/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Pranoto tak menyangka bahwa Imlek 2022 ini harus kembali merasakan kesepian.

SuaraJogja.id - Mobil Honda HRV yang dikemudikannya berjalan pelan memasuki halaman Kelenteng Fuk Ling Miau, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja siang itu. Datang seorang diri, pria paruh baya keluar dari mobil dan menaiki tangga kelenteng yang diketahui berusia sekitar 200 tahun ini.

Berkemeja putih dengan motif bunga, bercelana panjang dengan pantofel coklat, pria bernama Pranoto Hidayat ini mulai mendekat ke hadapan patung dewa yang ada di kelenteng setempat.

Umat Konghucu, Pranoto Hidayat saat memberi keterangan pada Suarajogja.id usai beribadah di Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Jogja, Selasa (1/2/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]
Umat Konghucu, Pranoto Hidayat saat memberi keterangan pada Suarajogja.id usai beribadah di Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Jogja, Selasa (1/2/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Tak selang lama, dirinya mulai bersimpuh sambil mengangkat kedua tangannya di atas kepala. Sambil membungkuk, bibirnya merapal doa.

Pria 70 tahun itu, berdiri tegap seusai berdoa. Selanjutnya berjalan ke sebuah etalase dan mengambil sejumlah dupa untuk disulut di meja mimbar khusus tempat menancapkan dupa.

Baca Juga: Pulang dari Bogor, Warga Gunung Kidul Yogyakarta Positif Covid-19 Varian Omicron

Dirinya kembali berdoa dengan memejamkan mata. Dirasa cukup, dupa-dupa yang dia bawa ditancapkan di sebuah kendi berbahan besi yang sudah diisi pasir. Kurang lebih, Pranoto berdoa selama 15 menit.

Pranoto sapaannya, pria 70 tahun yang masih kuat menyetir mobil seorang diri ini tak menyangka bahwa Imlek 2022 ini harus kembali merasakan kesepian. Tidak ada pesta dan kebersamaan keluarga jauh yang biasa berkumpul di Jogja saat Imlek tiba.

"Saya sendiri merayakan imlek pasti dengan keluarga besar. Tapi sebelum Covid-19 lho ya itu. 2021 kemarin merayakan sendiri, hari ini sendiri lagi," buka Pranoto saat memulai perbincangan dengan Suarajogja.id di Kelenteng Fuk Ling Miau, Selasa (1/2/2022).

Pranoto sempat sumringah mendengar kasus Covid-19 di Jogja dan Indonesia mulai turun pada awal Januari lalu. Momen berkumpul keluarga pun sudah ditunggu pada awal Februari saat perayaan Imlek.

Sayang, harapannya pupus mendengar peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron menyebar di Jakarta. Bukan tanpa alasan kekecewaannya muncul, sebab sebagian keluarganya tinggal di Jakarta dan gagal menyempatkan datang ke Jogja untuk perayaan Imlek.

Baca Juga: Begini Kronologi Satu Pelaku Perjalanan yang Terkonfirmasi Omicron di Kota Jogja versi Pemkot Yogyakarta

"Ya akhirnya menerima saja ya, daripada kita malah ketularan. Yang jelas saya berdoa untuk diberikan kesehatan di tahun baru ini," terang dia.

Harapan kecil muncul dari Pranoto sendiri, dimana tahun 2023 mendatang Covid-19 benar-benar hilang. Kebersamaan dengan keluarga bisa dilakukan lagi tanpa harus khawatir tertular virus asal Cina ini.

"Doa saya juga agar Covid-19 ini segera hilang. Memang sempat bertemu dengan keluarga kemarin itu, tapi kalau bukan momen Imlek rasanya kurang puas," terang pria kelahiran Jogja itu.

Meski tak bertemu keluarga besarnya, rasa rindunya sedikit terbayar ketika beribadah di dalam Kelenteng. Pranoto bertemu dengan teman-teman lamanya yang biasa bekerja di Kelenteng setempat.

Meski bukan keturunan keluarganya, Pranoto menganggap sebagai saudara dekat.

"Semua manusia itu kan bersaudara tho. Saya pikir dengan bertemu teman di kelenteng ini saya cukup bahagia. Meski sudah berumur seperti ini, saya bersyukur masih diberi waktu untuk bertemu teman-teman," katanya.

Kelenteng Fuk Ling Miau sendiri tidak ditutup selama perayaan Imlek 2022. Sejumlah umat Konghucu silih berganti berdoa dan menyulut dupa di dalam kelenteng.

Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Pengelola kelenteng juga memberikan stiker pengingat untuk tetap mengenakan masker selama di dalam kelenteng. Meski tak diharuskan menjaga jarak, para umat Konghucu sudah mengatur jarak dan bergantian ketika berdoa di depan patung.

Berbeda dari Pranoto, Martoper Zhuo memilih tak pulang ke rumahnya di Pekanbaru karena peningkatan kasus Covid-19 ini. Pria 22 tahun ini merayakan Imlek di kontrakannya dan menyempatkan berdoa di Kelenteng Fuk Ling Miau.

Suasana Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Jogja, Selasa (1/2/2022), siang hari. [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]
Suasana Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Jogja, Selasa (1/2/2022), siang hari. [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

"Biasanya ketika Imlek saya beribadah di Pekanbaru. Nah karena kondisi seperti ini saya tetap di Jogja dan merayakan di sini saja," kata dia.

Meski begitu Martoper tak mempersoalkan dirinya yang tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Kebetulan teman di satu kontrakannya menganut keyakinan yang sama.

Hidup di Tahun yang Tegas dan Jelas

Tahun baru Imlek yang saat ini merupakan tahun Macan Air dimaknai oleh Pranoto sebagai tahun yang tegas. Banyak harapan di tahun ini, dirinya berani dalam menjalankan kehidupan.

"Macan itu kan keras, jadi tegas. Ya semoga tahun ini kita mendapat hal yang baik dan jelas. Beda seperti tahun sapi atau kerbau (Imlek 2021), masih ada mentulnya," kata dia.

Namun tidak bagi Mertoper, dirinya tak begitu bisa memaknai Tahun Macan Air. Namun doanya yang dia ucapkan saat berada di Kelenteng, agar kondisi Covid-19 di Indonesia segera hilang. Aktivitas warga ketika bepergian tidak dibatasi dan kembali hidup normal.

"Harapannya kembali normal ke depan. Karena meski sudah disebut landai, masih ada saja kasus yang muncul," keluhnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Kelenteng Fuk Ling Miau, Angling Wijaya tidak menutup akses umat yang akan beribadah di sini. Pihaknya juga sudah menyediakan pengukur suhu tubuh, termasuk wastafel untuk cuci tangan.

"Semuanya sudah disiapkan, memang selama berdoa di dalam kelenteng harus menggunakan masker. Harapannya tahun baru Imlek 2022 ini memberikan kebaikan pada kita, termasuk hilangnya corona ini," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait