"RSLKC juga harus ada penyeimbang untuk tempat isolasi. Kalau misal naik signifikan (kasus Covid-19) shelter desa juga disiapkan agar bisa membuat sistem rujukan naik dan turun," terangnya.
Dengan demikian, jika ada pasien Covid-19 yang kondisinya stabil maka tidak perlu berlama-lama berada di rumah sakit dan bisa dirawat di shelter. Sehingga pasien yang benar-benar membutuhkan ruang perawatan bisa kebagian.
"Jangan sampai malah tempatnya penuh. Rumah sakit untuk yang bergejala sedang dan berat," jelasnya.
Baca Juga:Update COVID-19 Jakarta 3 Februari: Positif 10.317, Sembuh 4.367, Meninggal 24