Siapkan Kebijakan Baru, Dinpar Tunggu Investigasi KNKT Kecelakaan Bus di Bantul

Hal ini seiring rencana Pemkab Bantul yang akan menyediakan shelter bus untuk mengangkut wisatawan naik ke kawasan Jalan Imogiri-Dlingo.

Eleonora PEW
Rabu, 09 Februari 2022 | 07:58 WIB
Siapkan Kebijakan Baru, Dinpar Tunggu Investigasi KNKT Kecelakaan Bus di Bantul
Kadinpar DIY Singgih Rahardjo menyampaikan kondisi pariwisata Bantul pascakasus kecelakaan bus di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (08/02/2022). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Kecelakaan bus pariwisata yang menewaskan 13 korban jiwa dan puluhan luka-luka lainnya di Bukit Bego, Kalurahan Wukirsari, Imogiri Bantul pada Minggu (06/02/2022) berdampak pada sektor pariwisata di DIY. Ditengah merebaknya kembali kasus COVID-19 di DIY saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, kejadian tersebut akan mengubah kebijakan sektor pariwisata di DIY.

Dinas Pariwisata (dinpar) DIY menunggu hasil investigasi kecelakaan di Bantul dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dari hasil tersebut nantinya akan diambil kebijakan yang tepat.

"Kalau dari pandangan kami kita harus bijak memutuskan [kebijakan wisata di DIY]. Kita tunggu hasil dari investigasi dari petugas yang menginventigasi, ada KNKT juga kan," ungkap Kepala Dinpar DIY, Singgih Rahardjo di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (08/02/2022).

Menurut Singgih, Dinpar akan menunggu hasil menyuluruh dari berbagai sisi penyelidikan kecelakaan tersebut. Dari situ, wacana pengubahan moda transportasi yang diperkenankan menuju ke kawasan wisata di daerah perbukitan Bantul bisa digulirkan.

Baca Juga:KNKT Selidiki Kecelakaan Bus pariwisata di Imogiri yang Tewaskan 13 Orang

Hal ini seiring rencana Pemkab Bantul yang akan menyediakan shelter bus untuk mengangkut wisatawan naik ke kawasan Jalan Imogiri-Dlingo, Kabupaten Bantul. Wisatawan disediakan shuttle bus berukuran kecil untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan bus serupa.

"Tadinya bus bisa naik kemudian [pascakecelakaan] harus diganti moda transportasi lebih kecil. Jadi nanti tentu dari hasil investigasi dan dikumpulkan untuk meminta pandangan, nanti baru ditentukan [kebijakan selanjutnya]," tandasnya.

Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan, Pemkab memang berenana menyediakan parkir untuk bus besar di kawasan Imogiri. Dari tempat parkir tersebut, wisatawan bisa naik menggunakan shuttle bus berukuran kecil.

"Itu salah satu opsi, beberapa opsi dibicarakan," ujarnya.

Halim menambahkan, penggunaan shuttle bus untuk menjamin keselamatan wisatawan. Sehingga kawasan wisata di Dlingo sekitarnya bisa tetap dikunjungi wisatawan.

Baca Juga:Dua Warga Solo Turut Jadi Korban Kecelakaan Bus di Imogiri, Pasangan Suami Istri, Baru Menikah 5 Bulan Lalu

Sebab kondisi kontur Jalan Imogiri Dlingo sebenarnya tidak terlalu curam. Bahkan aman dikunjungi wisatawan yang menggunakan bus dengan kondisi prima dan tidak ada masalah.

"Bus atau mobil yang kondisinya tidak prima potensi ada masalah peristiwa kemarin terus kita koordinasikan dengan kepolisian kita berwacana kendaraan bus besar itu sebaiknya tidak melalui jalur itu," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak