Protes Pengurukan Jalur Patuk-Dlingo Timbulkan Debu Pekat, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan

pengelola Hutan Pinus Pengger yang berada di Kapanewon Dlingo mengurug lubang jalan Patuk-Dlingo menggunakan batu kapur

Galih Priatmojo
Selasa, 15 Februari 2022 | 12:25 WIB
Protes Pengurukan Jalur Patuk-Dlingo Timbulkan Debu Pekat, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan
Warga tanam pohon pisang di Jalur Patuk-Dlingo sebagai bentuk protes lantaran jalur tersebut banyak yang berlubang. [Kontributor / Julianto]

Pihaknya sudah mencoba melakukan protes kepada pengelola Hutan Pinus Pengger agar membuat langkah mengatasi persoalan tersebut. Namun nampaknya keluhan mereka tidak ditanggapi oleh pengelola. Sudah dua minggu lebih ia terpaksa menyediakan ember berisi air dan kain untuk membersihkan debu di perabotan rumahnya.

"Mbok kasihan kami warga Pandeyan. Karena ndak ada respon ya kami tanami pisang,"tutur dia.

Ketua Koperasi Wisata Mataram (Koperasi Wisata Hutan Pinus Di Dlingo), Ipung Purwoharsono menuturkan, apa yang mereka lakukan sebenarnya merupakan upaya pengelola wisata untuk membuat nyaman wisatawan atau pengendara yang melintas Jalan Patuk-Dlingo tersebut.  Karena kondisi jalan utama ke wisata Hutan Pinus di Dlingo memang rusak parah.

"Ya kami lantas mengurugnya. Kalau menimbulkan ketidaknyamanan warga kami meminta maaf,"papar dia.

Baca Juga:Geledah Rumah Guru SD Terduga Teroris di Gunungkidul, Densus 88 Amankan Laptop dan Busur Panah

Karena di musim penghujan maka dampak negatif tersebut tidak akan berlangsung lama. Tanah kapur tersebut nanti akan cepat hilang terbawa aliran air hujan. Sehingga ia meminta warga bersabar sembari menunggu kebijakan pemerintah memperbaiki jalur Patuk-Dlingo ini.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak