Para mahasiswa yang pro-kemerdekaan kecewa hingga situasi antara pemerintah Indonesia dan para mahasiswa memanas. Pada 28 Oktober, aktivis pro-integrasi dan kelompok pro-kemerdekaan saling konfrontasi. Dalam perpecahan yang melibatkan perkelahian tersebut, Afonso Henriques dari kelompok pro-integrasi tewas.
Selain itu, Sebastiao Gomes, aktivis pro-kemerdekaan juga kehilangan nyawanya setelah ditembak mati tentara Indonesia.
Saat prosesi pemakaman Sebastiao Gomes pada 12 November 1991 di Pemakaman Santa Cruz, Dili, terjadi pembantaian, di mana 200 tentara Indonesia melepaskan tembakan ke kerumunan warga sipil.
Lebih dari 250 orang menjadi korban jiwa dalam peristiwa yang kini dikenang warga Timor Leste sebagai tragedi berdarah ini.
Baca Juga:PM Belanda Minta Maaf, Indonesia Pelajari Dulu Dokumen Hasil Penelitian Sejarah
Pada 2000, Gus Dur berkunjung ke Dili dan menyatakan permintaan maaf di gerbang pemakaman Santa Cruz.
Dalam dokumentasi kanal YouTube Journeyman Pictures, ditunjukkan detik-detik Gus Dur menyatakan permintaan maaf "atas apa yang dulu telah terjadi di masa lampau, baik kepada keluarga dan teman-teman korban Santa Cruz serta teman-teman dan keluarga dari mereka yang dikuburkan di taman pahlawan ini. Dua-duanya adalh korban dari keadaan yang tidak kita kehendaki."
TONTON VIDEONYA DI SINI.